Pada tahun 2012, United States Preventive Service Task Force (USPSTF) menganjurkan ahli urologi untuk tidak secara rutin menyaring pria tanpa gejala kanker prostat dengan menggunakan uji antigen spesifik prostat (PSA). Argumennya adalah bahwa manfaat uji antigen spesifik prostat pada pria sedikit manfaatnya sebagai alat skrining dan biayanya mahal.

Namun, saya melakukan penelitian, yang diterbitkan dalam jurnal Urologic Oncology pada bulan Agustus lalu, yang membandingkan hasil dari 2.495 pasien saya yang menderita kanker prostat yang menjalani operasi untuk mengangkat kelenjar prostat dengan menggunakan SMART, sebuah prosedur minimal invasif yang dibantu oleh robot.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara pria dengan demografi dan profil patologis yang sama, pria yang berusia lebih muda (di bawah 50 tahun) pulih lebih baik daripada pria yang berusia lebih tua. Dua belas bulan pasca operasi, 94 persen pria muda dan 83 persen pria yang berusia lebih tua memiliki fungsi seksual yang normal. Demikian pula, di pasca operasi 12 bulan, 96 persen pria muda dan 94 persen pria yang berusia lebih tua masih dapat menahan keinginan berkemih.

Temuan lain dari penelitian ini adalah bahwa menunggu sampai usia 50 atau lebih tua untuk melakukan penyaringan dengan menggunakan uji antigen spesifik prostat dapat mengakibatkan tidak ditegakkannya diagnosis sejak dini mencapai hingga 11 persen pria penderita kanker prostat. Sekitar 271 pria dari penelitian ini ditemukan menderita kanker prostat yang bermakna pada usia rata-rata 46 tahun.

Temuan ini menunjukkan manfaat untuk menyaring pria penderita kanker prostat yang berusia di bawah usia 50 tahun adalah jika perlu dilakukan operasi, maka hasil operasi akan jauh lebih menguntungkan.

Keterlambatan dalam menegakkan diagnosis kanker prostat dan mencapai stadium metastasis, akan mempersulit dan memperburuk hasil pengobatan.

Setelah berusia 50 tahun, risiko seorang pria untuk menderita kanker prostat sangat meningkatkan. Namun, pria yang berusia 40 tahun dapat menderita kanker prostat dan sering lebih agresif daripada pria yang berusia lebih muda.

Uji antigen spesifik prostat adalah uji darah yang sederhana yang mengukur jumlah antigen spesifik prostat yang berada di dalam darah. Antigen spesifik prostat adalah protein yang dilepaskan oleh kelenjar prostat. Pada pria yang sehat, jumlah antigen spesifik prostat dalam di darah adalah rendah, umumnya kurang dari 4.0 ng/ml. Namun, seiring dengan bertambah usia si pria, prostat mengalami perubahan fisiologis atau patologis yang menyebabkan kadar antigen spesifik prostat meningkat di dalam darah.

Saya sarankan semua pria mulai dari usia 40 tahun untuk melakukan uji antigen spesifik prostat untuk mengetahui apakah menderita kanker prostat. Hal ini akan secara dini mendeteksi kanker prostat dan mendapatkan kadar dasar sebagai perbandingan uji antigen spesifik prostat di masa depan. Semakin dini penegakkan diagnosis dan pengobatan kanker prostat, maka semakin besar kemungkinan bebas dari kanker.(Epochtimes/David Samadi/Vivi)

Dr. David Samadi adalah ketua departemen urologi dan kepala bedah robotik di Lenox Hill Hospital.

Share

Video Popular