JAKARTA – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), melaporkan hasil analisa gempabumi di Samudera Hindia, Kabupaten Simeulue, Aceh, sebesar 5,2 SR, Sabtu (5/11/2016) pukul 06.26 WIB.

Laporan gempa ini berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), United States Geological Survey (USGS), dan Geo Forschungs Zentrum (GFZ) Potsdam, Jerman.

Berdasarkan laporan BMKG, gempa bumi ini terjadi berjarak 92 km barat laut dari Kab. Simeulue, koordinat 2.82°LU dan 95.21°BT dengan magnitudo 5.2 SR pada kedalaman 10 km.

Menurut PVMBG, kondisi geologi daerah terkena gempa bumi berada di laut. Daerah disekitar pusat gempabumi tersusun oleh aluvium dan batuan vulkanik berumur Kuarter serta batuan sedimen berumur Tersier.

Getaran gempabumi akan terasa pada batuan aluvium dan batuan vulkanik Kuarter yang sifat lepas, urai, dan belum terkompaksi dengan baik sehingga bersifat memperkuat efek goncangan gempabumi.

Hingga kini tidak ada laporan baik tentang dirasakannya gempa ini, maupun tentang kerusakan atau pun korban jiwa. Adapun penyebab gempa bumi berdasarkan posisi dan kedalamannya, diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia di bawah lempeng Eurasia.

Atas kejadian ini, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat. Masarkat juga diminta tak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempabumi dan tsunami.

PVMBG dalam penjelasannnya secara resmi atas kejadian ini merekomendasikan kepada masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil. (asr)

Share

Video Popular