Banyak ilmuwan di dunia secara bersama membentuk sebuah tim peneliti, untuk memecahkan masalah pelik tentang lubang hitam, di samping itu juga mempelajari data spektral masing-masing bintang di galaksi Bima Sakti.

Ada pun mengenai lubang hitam misterius, seperti kita ketahui apa pun itu pasti akan tersedot olehnya, bahkan cahaya juga tidak terkecuali, sehingga dapat dikatakan lubang hitam adalah benda langit yang paling misterius di alam semesta. Sementara ruang-waktu di sekitar lubang hitam, juga dipandang sebagai ruang-waktu yang paling ganjil di alam semesta.

Karena laju perputaran benda langit dan materi di sekitar lubang hitam sangat cepat, terus menerobos kecepatan cahaya, dan disini, teori relativitas dipandang sebagai teori yang sempurna, jika ada sebuah planet di sekitar lubang hitam, maka satu jam disini sama dengan tujuh tahun.

Sementara jika manusia berada di tempat ini, benar-benar akan awet muda selamanya, tapi prasyaratnya, manusia dapat beradaptasi dengan berbagai efek yang kuat dari lubang hitam.
Lubang hitam yang diobservasi bersama AS-Tiongkok, volumenya sangat besar, hampir setara dengan 11 matahari, dan kecepatan rotasinya juga ekstrim cepat. Satu detik bisa berotasi 379 kali lingkaran, tetapi apakah Anda pikir skala 11 matahari itu sudah sangat besar?

Pada kenyataannya, lubang hitam terbesar di galaksi Bima Sakti, volumenya setara dengan empat juta matahari, dan secara perbandingan, volume 11 matahari pun terlihat agak kecil, lalu mengapa kita harus mempelajarinya lubang hitam?

Karena dalam teori relativitas, lubang hitam dianggap sebagai sebuah benda langit berukuran kecil dengan kepadatan tinggi, kecepatannya melarikan diri dalam medan visual bahkan melampaui kecepatan cahaya.

Ini menunjukkan bahwa benda apapun itu tidak akan bisa lepas dari cengkeraman lubang hitam, dan keberadaan lubang hitam, juga melibatkan banyak teori studi lainnya, misalnya fisika kuantum, menurut para ilmuwan, terdapat sebuah hukum terpadu di alam semesta.

Dalam film “Interstellar”, dimana teori relativitas dalam film tersebut, telah mendapatkan interpretasi yang sempurna, di atas planet di sekitar lubang hitam itu juga satu hari sama dengan tujuh tahun lamanya. Orang-orang yang mendarat di planet ini, dimana ketika kembali ke pesawat antariksa mereka, mereka merasa telah melewati tiga jam waktunya, padahal mereka telah menghabiskan 21 tahun waktu panjangnya di sana.

Ini sama persis sebagaimana yang disebutkan dalam mitologi Tiongkok kuno, “Satu hari di langit, sama denga satu tahun  di bumi.”

Dan cukup banyak peneliti yang percaya bahwa di alam semesta terdapat kehidupan cerdas yang jauh lebih tinggi dari peradaban manusia, bahkan beberapa spesies dari mereka mampu memanipulasi lubang hitam.

Ilmuwan Rusia menyebut peradaban ini sebagai peradaban tinggi tingkat tiga yang disebut Skala Kardashev. Adapun maksud dari tingkat tiga dalam Skala Kardashev ini, adalah mahluk hidup dengan kecerdasan sangat tinggi yang mampu memanfaatkan energi di sekitar galaksi dan mampu pergi kemana saja di dalam galaksi Bima Sakti dan tidak terbatas dimana mereka akan tinggal. (Secretchina/Chen Gang/joni/rmat)

Share

Video Popular