JAKARTA – Kepala Pusat  Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Mochammad Riyadi, mengatakan gempabumi tektonik pada senin (5/12/2016) Pukul 08:13:04 WIB dengan kekuatan 6.1, kedalaman 517 km di Flores Timur tak menimbulkan tsunami, walaupun gempabumi berpusat di laut dan tidak cukup kuat untuk membangkitkan perubahan di dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.

“kedalamannya cukup dalam dan kekuatannya tidak cukup kuat untuk membangkitkan perubahan di dasar laut,” tulis Riyadi dalam rilis tertulis.

Gempa ini berdasarkan monitoring BMKG terjadi pada kedalaman 517 km. Sedangkan dari hasil monitoring BMKG selama satu jam tidak terjadi gempabumi susulan, BMKG akan terus memonitor perkembangan gempabumi susulan dan hasilnya akan diinformasikan kepada masyarakat  melalui media.

Berdasarkan laporan masyarakat yang diterima PGR III BMKG Bali menyebutkan bahwa gempabumi dirasakan cukup kuat di Waingapu II SIG-BMKG (III-IV MMI) dan di Denpasar I SIG-BMKG (I-II MMI). BMKG akan terus memonitor perkembangan dan laporan dari lapangan untuk mengetahui kondisi yang selanjutnya.

Menurut Riyadi, berdasarkan posisi dan kedalamannya, kejadian gempabumi ini disebabkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke Eurasia pada Busur Sunda. Sedangkan berdasarkan hasil mekanisme fokus, gempabumi ini disebabkan oleh aktivitas seismik yang dipengaruhi gaya slab pull akibat tarikan gravitasi bumi Peta lokasi episenter gempabumi.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD, serta informasi dari BMKG. Masyarakat diminta tak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempabumi dan tsunami. (asr)

Share

Video Popular