- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Polri Siapkan 71.969 Personil untuk Pengamanan Pilkada Serentak 2017

JAKARTA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menuturkan bahwa pihak kepolisian mengerahkan sebanyak 71.969 personil kepolisian untuk pengamanan pada 101 wilayah pilkada serentak 2017. Jumlah ini ditambah personil Brimob untuk kontijensi sebanyak 41.945 personil.

“Kita menyiapkan personil untuk mendukung pengamanan pilkada sebanyak 71.969 personil,” kata Tito dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (5/12/2016).

Menurut Tito, sebagai rangka pengamanan Polri juga menggelar operasi  diberi nama Mantap Praja 2016 sebagai langkah-langkah preventif dan refresip bila diperlukan.  Langkah-langkah preventif dilakukan yakni pemetaan terhadap daerah rawan terhadap 101 pemilihan tingkat provinsi/kabupaten dan kota.

Kapolri mengatakan pemetaan pengamanan yang dilakukan kepolisian berdasarkan berbagai macam faktor mulai karaktersitik masyarakat dan  sejarah konflik pada wilayah pelaksana Pilkada Serentak. Langkah dilakukan kepolisian termasuk pemetaan kerawanan wilayah sehingga Polri mengkategorikan kerawanan yakni rawan I dan II yang berarti potensi konflik lebih rendah.

Berdasarkan pengamatan kepolisian, wilayah rawan I diidentifikasi sebanyak 89 wilayah dan rawan II sebanyak 18 wilayah. Langkah lainnya, kepolisian menggelar cipta kondisi, agar situasi wilayah aman dan kondusif bukan untuk memenangkan sejumlah pasangan calon.

Menurut Tito, langkah cipta kondisi bertujuan untuk pendekatan kepada stake holder yang ada agar memainkan aturan yang berlaku mulai koordinasi dengan KPU, Panwaslu serta semua tingkatan termasuk pemda, pasangan calon, partai politik serta para pendukung. Termasuk pihak media untuk turut serta mendinginkan suasana pilkada.

Polri terkait ini juga mempersiapkan sebanyak 5.000 lebih personil Brimob dari Mabes Polri untuk diperbantukan pada daerah rawan sebanyak 12 wilayah Polda diantaranya mulai wilayah Polda Aceh, Polda Metro Jaya, Papua, Gorontalo dan Jambi.

Aparat kemananan nantinya juga turut serta pengamanan terhadap pendistribusian logistik Pilkada diantaranya kertas suara hingga diserahkan kepada pihak penyelenggara pemilu. Sedangkan  inventarisasi lokasi pengamanan TPS lebih dari  99.000 TPS yang dikategorikan pada TPS aman,  rawan 1 dan 11.

Pemetaan kepolisian, kata Tito, menemukans sebanyak 20.000 lebih TPS yang masuk kategori sangat rawan,  60.000 lebih TPS yang dikategorikan rawan biasa. Oleh karena itu, kepolisian memberikan perhatian khusus di daerah yang berjumlah 7.940 TPS.  Daerah-daerah itu terutama terutama dianggap memiliki sejarah konflik, pertarungan antara pasangan calon di TPS dari indikasi kerasnya pertarungan pendukung dan suhu politik yang terbelah.

Tak hanya mempersiapakan personil yang ada, Polri juga menyiapkan kontijensi dengan mempersiapkan  sebanyak 41.945 Brimob jika dalam keadaan terdesak.  “Bila terjadi apa-apa ada rusuh dan lain-lainnya, kekuatan inilah yang akan kita gerakkan didukung kekuatan lainnya khususnya dari TNI,” kata Kapolri. (asr)