Oleh Xiao Ming

Dana Rohrabacher,  anggota DPR AS Perwakilan Distrik Kongres ke 48 di California yang merupakan ‘kuda hitam’ pada pemilihan kandidat Menlu AS kabinet Donald Trump  menyampaikan pandangannya tentang peran AS di dunia, jalan yang akan ditempuh AS di masa mendatang dan hubungan AS – Tiongkok dalam program wawancara khusus NTDTV.

Sebagai pejabat penyusun naskah pidato mantan Presiden Ronald Reagen, Dana Rohrabacher memiliki wawasan dan pandangan yang spesifik terhadap bagaimana membuat ‘Amerika Kembali Cemerlang’.

“Amerika harus menempatkan diri pada posisi yang lebih tinggi, bila perlu,  berjuang sendirian untuk memastikan bahwa kita dapat memberikan bantuan kepada orang-orang baik di dunia, memberikan dukungan bagi mereka dalam perjuangan  untuk melawan kejahatan,” katanya.

Dalam 30 tahun kehidupannya di Kongres, Dana sudah 14 kali terpilih kembali sebagai anggota. Ia berada di urutan ke 24 dari total 435 orang anggota Kongres, meskipun ia sekalipun belum pernah menjabat pada posisi garis depan Kongres. Beberapa orang menjulukinya sebagai anggota Kongres yang anti komunisme, tetapi Dana sambil tersenyum menjawab, “Kecuali saya, tidak ada anggota lain yang lebih pro Tiongkok”.

Ia mengaku cinta kepada rakyat Tiongkok. Berikut ini adalah bagian pertama dari wawancaranya dengan NTDTV.

Reporter : Tuan Dana Rohrabacher, terima kasih banyak untuk wawancara ini.

Rohrabacher : Sesungguhnya, wawancara adalah cara saya berkomunikasi dengan orang, kalau tidak saya tidak memiliki begitu banyak kesempatan untuk melakukan komunikasi dengan orang, jadi saya ingin menyampaikan terima kasih juga atas kesempatan yang diberikan ini.

Reporter : Pertanyaan pertama saya adalah, Amerika Serikat yang telah menjadi negara paling kuat di planet ini, yang kita juluki sebagai negara pemimpin kebebasan dunia. Tetapi telah diinterprestasikan secara berbeda-beda oleh pemerintah AS dari presiden yang berbeda. Misalnya pemerintah presiden Obama, tampaknya ia lebih banyak memilih untuk ‘memimpin dari belakang’ dalam peranan kerjasama antara AS dengan organisasi atau masyarakat internasional. Yang akan saya tanyakan adalah, bagaimana semestinya AS  memainkan peran utama di dunia menurut pandangan Anda?

Rohrabacher: Pertama, AS sebagai negara percontohan yang memegang teguh prinsip dan kebebasan, mengejar masa depan yang positif bagi negara dan bangsanya, Kita tidak perlu berdiri di pihak para preman dan diktator, apalagi pemerintah yang preman dan diktator itu menindas dan menganiaya rakyat mereka sendiri. Kita tidak boleh tinggal diam. Jadi, bagaimana seharusnya peran AS ? Ya, benar, Obama memilih ‘memimpin dari belakang’, ingin membuat AS menjadi salah satu bagian dari organisasi internasional. Tidak! AS  harus menempatkan diri pada posisi yang lebih tinggi, bila perlu,  berjuang sendirian untuk memastikan bahwa kita dapat memberikan bantuan kepada orang-orang baik di dunia, memberikan dukungan bagi mereka dalam perjuangan  untuk melawan kejahatan.

Reporter: Anda mengatakan bahwa AS harus mencadi percontohan. Apakah pendapat Anda bahwa AS tetap harus memainkan peran utama ? Jika demikian, bagaimana AS seharusnya memainkan peran itu ?

Rohrabacher: Kita perlu mengetahui ukuran sejauh mana sebuah pemerintahan negara itu bersedia menerima kehendak rakyat mereka. Bukan berarti kita mau menggulingkan pemerintahan itu. Sayangnya, masih begitu banyak masyarakat di pelosok dunia ini yang mengharapakan kesediaan AS untuk melakukan intervensi, tetapi apa yang harus kita lakukan ialah, memastikan bahwa kita bersedia mengulurkan tangan, kita bisa memberikan dukungan, meskipun kita mungkin tidak akan mengirim pasukan untuk melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh masyrakat setempat.

Ambil contoh masyarakat Iran, Tiongkok atau negara lainnya yang sedang mengalami penindasan dari pemerintah mereka, kita tidak bisa mengirim pasukan ke negara mereka  untuk melakukan sesuatu tindakan bagi mereka. tetapi kita bisa membuat rakyat termasuk pemerintah tirani mereka memahami bahwa kita dan rakyat AS akan berdiri dipihak masyarakat dunia yang cinta perdamaian dan kebebasan. Jadi sederhana saja, ketika pemerintah diktator itu membutuhkan sesuatu bantuan atau janji dari pemerintah kita, kita tidak melakukan. Kita ingin memastikan bahwa jika kita bertemu dengan pemimpin misalnya Tiongkok atau Iran, maka setelah pertemuan itu dunia harus tahu bahwa kita telah mengusung isu HAM dalam pertemuan.

Reporter : Anda tadi telah menyinggung soal Tiongkok. Saya jadi teringat ucapanbahwa dalam sebuah pidato Anda pernah menyebut bahwa perusahaan-perusahaan terkemuka AS tidak mewakili nilai-nilai dasar  AS. Mungkin itu disebabkan karena perusahaan-perusahaan tersebut telah berpengaruh terhadap beberapa kebijakan di Tiongkok. Puluhan tahun sudah berlalu, tetapi Tiongkok tidak berubah menjadi lebih demokrasi dan bebas. Setelah begitu banyak dana investasi masuk dan membuat ekonomi Tiongkok berkembang, justru Tiongkok lah sekarang yang balik mempengaruhi AS, walaupun mungkin cara yang digunakan itu tidak baik. Pertanyaan saya adalah, mengapa kebijakan hubungan dengan Tiongkok itu bisa gagal ?

Rohrabacher : Kita perlu sadar bahwa perusahaan-perusahaan terkemuka AS itu tidak lagi berpenampilan sebagai figur yang mewakili nilai-nilai dasar AS. Perusahaan besar beserta para eksekutif mereka itu hanya mewakili kepentingan mereka sendiri. Kita harus memastikan bahwa ketika mereka melakukan investasi di luar negeri, terutama jika berinvestasi di negaranya diktator, pemerintah AS tidak akan memberikan jaminan apapun kepada mereka. Mengapa ? Karena, akibat mereka berinvestasi di luar negeri, membuat tingkat penganggran dalam negeri meningkat. Oleh sebab itu, mereka jadi menggaet keuntungan melalui ‘kerjasama’ dengan para pemilik kekuasaan atau kapital setempat.

Kami akan memastikan bahwa itu tidak mencerminkan sifat dari orang Amerika, tetapi mencerminkan kepentingan khusus dari pengusaha tersebut. Mereka telah mengkhianati buruh dalam negeri mereka, mencari keuntungan dengan berinvestasi di negeri orang (Tiongkok), memperbesar kekuatan segelintir pejabat Tiongkok yang justru menindas rakyatnya. Selain itu, berdampak pula terhadap tingkat pengangguran di AS.

Reporter : Anda telah berulang kali menyuarakan hak asasi manusia. Bagaimana Anda memandang hubungan antara HAM Tiongkok dengan kepentingan pemerintah AS ?

Rohrabacher : Di beberapa negara, HAM tidak diutamakan karena situasi politik yang tidak stabil dan kekacauan. Seperti halnya di daerah yang masih berjuang melawan kelompok Islam radikal, daerah yang masih tinggi penindasan, ada perjuangan, ada pembantaian. Anda tentu tidak mungkin membuat keputusan dengan menilai situasi HAM saat itu. Namun, apakah tujuan jangka panjang dari masyarakat negara-negara itu adalah untuk merealisasikan masyarakat yang demokrasi ? Mereka sedang memperjuangkan kebebasan beragama ? Dengan demokrasi maka rakyat berhak melakukan kritik terhadap pemerintah, menerima atau menolak kebijakan. Kalau memang ke arah itu, pelanggaran HAM mungkin saja dapat dimaklumi.

Tetapi tidak demikian yang terjadi di Tiongkok, pemerintah Tiongkok telah melakukan pelanggaran HAM yang serius hanya untuk kepentingan segelintir kroni kapitalisme. Mereka berkonspirasi dan bertransaksi dengan para elit bisnis AS. Mengapa upaya untuk menghentikan apa yang sedang terjadi ini merupakan bagian dari kepentingan kita ? Mengapa kita mau membantu rakyat Tiongkok untuk merealisasikan demokrasi, tetapi tidak membantu segelintir kroni kapitalisme Tiongkok ? Karena kita tahu bahwa jumlah perselisihan yang muncul di negara yang berdemokrasi akan jauh lebih rendah daripada yang terjadi di negara yang diktator.

Jika pemerintahnya itu otoriter, contohnya Tiongkok, kemungkinan perang akibat persaingan kedaulatan terotori yang dipicu pernyataan penguasa menjadi lebih besar. Atau otoritas Tiongkok yang melakukan reklamasi pulau-pulau mereka di Laut Selatan, lalu menyatakan kepada dunia bahwa tidak ada pihak lain yang boleh masuk ke perairan itu, karena itu bukan hanya masalah segugus pulau tetapi masalah hak kepemilikan. Negara yang berdemokrasi cenderung untuk tidak melakukan tindakan yang bersifat ancaman, memprovokasi yang dapat memicu peperangan. Itulah (menangani masalah dengan cara damai) merupakan kepentingan kita bersama.

Kemudian, jika Anda memperlakukan kami seperti itu, bagaimana Anda memperlakukan   rakyat sendiri ? Jika otoritas diktator di Beijing melakukan hal yang dapat memicu peperangan dengan negara lain, membunuh warga negara lain, maka sudah dapat dipastikan bahwa mereka tidak akan ragu-ragu dalam membantai rakyatnya sendiri. Oleh karena itu, dengan semakin banyaknya pemerintah demokrasi di dunia ini, dari pengertian tersebut saya katakan bahwa ini menyangkut kepentingan kita. Tetapi juga untuk membela keadilan, kebenaran. Saya adalah seorang yang percaya kepada Tuhan, dan berusaha untuk melakukan tindakan yang bermoral. Saya pikir hal itu (percaya Tuhan) membuat masalah lebih mudah diatasi.

Reporter : Berbicara tentang hubungan Tiongkok – AS yang mungkin saja akan menjadi topik penting dunia dalam beberapa dekade ke depan. Jadi, ketika anda melihat hubungan kedua negara yang terjadi saat ini, Bagaimana Anda menanggapi esensi dari hubungan ini, apakah semata-mata untuk kepentingan perdagangan dan ekonomi, atau untuk kepentingan keamanan nasional ?

Rohrabacher : Saya pikir kita perlu memisahkan antara hubungan dengan keamanan nasional dengan hubungan ekonomi, karena dalam hubungan yang sudah berjalan selama 40 tahun ini, sistem ekonomi yang kita bangun telah berhasil menciptakan kekayaan besar, hanya saja kekayaan tersebut dikuasai oleh segelintir orang. Itulah sebabnya pemerintah Tiongkok komunis terus melakukan penyuapan di seluruh pelosok dunia, membeli sumber daya mineral, melakukan praktek seperti ini tetapi tanpa peduli terhadap kesulitan hidup yang dialami rakyatnya, tidak ada jaminan kesehatan, pendidikan, tidak ada kesejahteraan yang seharusnya menjadi hak masyarakat. ini semua terjadi karena kekuasaan berada di tangan segelintar orang saja, Oleh sebab itu kita tidak ingin berdiri di sisi mereka, tetapi kita akan berpihak kepada yang mayoritas, karena jika pihak mayoritas ini bisa hidup lebih makmur, mereka tidak akan memulai perang, atau membuat tuntutan yang berlebihan kepada negara-negara lain. Jadi tindak pelanggaran hak yang dilakukan otoritas Beijing terhadap negara asing atupun rakyatnya sendiri keluar dari alasan yang sama. (Sinatra/rmat)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular