Oleh Zheng Jian

Belanda pada Rabu (7/12/2016) mulai melaksanakan pembangunan monumen peringatan korban kecelakaan pesawat penumpang Malaysia Airlines MH-17 yang terletak di Vijfhuizen, dekat dengan Bandara Internasional Schiphol, Amsterdam.

Dalam komplek monumen tersebut rencananya akan ditanami 298 buah pohon yang mewakili jumlah penumpang dan awak pesawat MH-17 yang menjadi korban penembakan senjata rudal ketika pesawat sedang melintas di udara wilayah timur Ukraina pada 2014.

Di tengah hutan peringatan itu nantinya akan berdiri sebuah dinding monumen yang memiliki panjang 25 meter, tinggi 6 meter, dinding yang dirancang oleh seniman Ronald Westerhuis tersebut akan terukir nama dari 298 orang korban.

Dalam beberapa bulan ke depan ini, akan ada mendekati seribu kendaraan pengangkut  yang mengangkut tanah masuk ke dalam proyek ini. Pekerjaan pengurukan tanah segera dimulai. Total anggaran proyek sekitar EUR 1.5 juta itu sampai sekarang masih ada kekurangan sebesar EUR 220.000,-

Oleh karena itu, yayasan pengelola dana yang diorganisasi oleh keluarga korban berharap 10 perusahaan besar Belanda dapat mengulurkan tangan bantuan agar proyek terlaksana sesuai rencana. Sebuah perusahaan pembibitan tanaman yang berada di Provinsi Noord-Brabant berjanji akan menyumbang 298 buah pohon yang dibutuhkan itu.

Perwakilan dari keluarga korban sejak musim semi tahun ini sudah mulai mencari lokasi untuk membangun monumen, dari Eindhoven, Den Haag sampai akhirnya memutuskan untuk memilih Vijfhuizen.  5 perancang monumen diseleksi dan memilih Ronald Westerhuis. Monumen tersebut rencananya akan diresmikan pada 17 Juli 2017, bertepatan dengan 3 tahun terjadinya tragedi kecelakaan.

Malaysia Airlines MH-17 pada 17 Juli 2014 ditembak jatuh oleh senjata rudal buatan Rusia ketika pesawat sedang melintas di udara bagian timur dari Ukraina. Tragedi menyebabkan  seluruh 298 orang penumpang dan awak pesawat meninggal dunia. Termasuk 196 orang warga negara Belanda. (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular