Aktivis pro-demokrasi Tiongkok, Peng Ming tiba-tiba pada akhir November dikabarkan meninggal dunia dalam rumah tahanan di Xianing, Hubei. Kematiannya  menimbulkan banyak pertanyaan.

Keluarga Peng Ming pada 10 Desember mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan bahwa pihak penguasa secara diam-diam telah mengambil otak, jantung dan organ lainnya, dan memaksa pihak keluarga untuk menandatangani surat persetujuan.

Pernyataan juga mengutuk perbuatan pemerintah yang telah menculik dan menjatuhkan penjara seumur hidup kepada Peng Ming. Kematian Peng Ming adalah akibat perbuatan rezim komunis.

Menurut ‘chinaaid,net’ bahwa pada 3 Desember, saudara tua Peng Ming dibawa paksa oleh pihak berwenang setempat untuk keperluan ‘berbicara’. Di sana ia baru diberitahu bahwa daging di bagian perut Peng Ming telah ‘diambil sedikit’ guna kepentingan ‘eksperimen ilmiah’.

Sekitar 6 jam dengan mereka, ia terus menerus mendapat tekanan agar menandatangani surat persetujuan yang disodorkan, tetapi saudara tua Peng Ming bersikeras tidak mau menandatanganinya.

Tak lama kemudian, petugas membawanya ke kamar mayat, membuka kain penutup di bagian kepala hanya kira-kira 1 detik lalu ditutup kembali. ia kemudian mengatakan bahwa otak, jantung dan organ Peng Ming lainnya sudah diambil.

Atas kejadian tersebut, Ketua Yayasan Bantuan untuk Tiongkok (China Aid Association), Pendeta Bob Fu (Fu Xiqiu) mengeluarkan pernyataan yang menghimbau badan-badan PBB yang relevan serta keluarga Peng Ming yang tinggal di AS, Swedia dan Kanada untuk menuntut perbuatan Partai Komunis Tiongkok/PKT yang melanggar hukum internasional dan mengabaikan nyawa manusia.

Pada 1998, Peng Ming mendirikan organisasi ‘China Development Union’ untuk mempromosikan gerakan demokrasi. Ia aktif dalam perjungan untuk mengakhiri kediktatoran PKT. Pada tahun 2000, Peng Ming memperoleh visa dan masuk AS sebagai pengungsi politik yang ia ajukan setelah tiba di Thailand. Kemudian melakukan kegiatan yang menentang komunisme dari perantauan.

Pada 2004, ia diculik dari Myanmar kemudian dibawa ke Tiongkok dan divonis hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan Tiongkok dengan tuduhan telah melakukan kejahatan berupa mengorganisasi dan memimpin organisasi terorisme yang mengancam Tiongkok. (Bay Voive/Sinatra/rmat)

Share

Video Popular