- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Lubang Hitam Hasilkan Cahaya Ledakan Lebih Terang Satu Triliun Kali dari Matahari

Melansir laman “Daily Mail”, tahun lalu, astronom menemukan ledakan yang jauh lebih terang satu triliun kali dari matahari, dan mereka menyebutnya sebagai “supernova paling terang yang pernah ditemukan selama ini.”

Namun, cahaya dengan skala ledakan kuat dan diluar segenap galaksi ini sama sekali bukan berasal dari supernova, melainkan sebuah lubang hitam supermasif.

Menurut sebuah studi baru, lubang hitam ini juga menghancurkan bintang ketika mendekati sebuah bintang pengembara yang sangat jauh dari bumi, dan menciptakan cahaya yang luar biasa.

Tim peneliti terkait dipimpin oleh Dr. Giorgos Leloudas yang juga aktif di Weizmann Institute of Science, Israel dan Dark Cosmology Centre, Denmark.

Pengamatan-pengamatan ini adalah bagian dari “All Sky Automated Survey for SuperNovae-ASAS-SN”.

Menurut penuturan Dr. Leloudas, “Setelah kejadian itu, kami telah mengamati selama10 bulan terkait asal-usulnya, dan menyimpulkan bahwa semua penjelasan terkait tidak mungkin berhubungan dengan supernova yang luar biasa terangnya. Dan hasil studi kami menunjukkan, bahwa peritiwa itu mungkin disebabkan oleh lubang hitam supermasif berkecepatan tinggi yang sedang menghancurkan sebuah bintang bermassa rendah.”

Tidal disruption event

Ketika sebuah bintang yang menyerupai matahari terlalu dekat dengan lubang hitam, gravitasi ekstrim dari lubang hitam supermasif yang terletak di pusat galaksi Bima Sakti menyebabkan bintang tersebut dihancurkan.

“Tidal disruption event” ini sering terjadi di event horizon pada bintang yang terlalu dekat dengan lubang hitam, yakni tidak ada yang bisa lepas dari batas tarikan gravitasinya.

“Tidal disruption event” sebelumnya hanya teramati 10 kali.

Benda langit atau bintang akan direnggangkan secara ekstrim dalam proses penghancurannya. Ini berarti dalam proses ini, objek ini ditarik secara vertikal dan dikompres secara horizontal menjadi bentuk memanjang, persis seperti spaghetti.

Puing-puing tabrakan di dekat lubang hitam dan puing-puing berkumpul bersama menjadi struktur yang besar dan panas yang dihasilkan dapat menyebabkan ledakan cahaya.

Meskipun bintang tertentu itu tidak mungkin terbentuk menjadi supernova karena massanya terlalu kecil, namun cahaya-cahaya terang ini membuat lubang hitam terlihat seperti supernova.

Dr. Morgan Fraser dari Universitas Cambridge, Inggris, mengatakan, “Pengamatan dari beberapa aspek independen ini menunjukkan, bahwa event ini benar-benar merupakan “Tidal disruption event”, bukan membentuk supernova yang superluminous.

Pengamatan dengan dua teleskop

Tim terkait menggunakan teleskop di Bumi dan ruang angkasa untuk mengamati event tersebut. Dua teleskop yang digunakan masing-masing adalah The Very Large Telescope array (VLT) dan New Technology Telescope yang terletak di Chili, yang dikelola “European Southern Observatory”.

Sementara teleskop lain yang digunakan adalah teleskop Hubble NASA/ESA, yang berada di atas orbit rendah yang mengitari Bumi. (Secretchina/joni/rmat)