Oleh Zhou Yongjie

2 orang wisatawan asing asal Australia yang berwisata ke Pulau Gili Trawangan tertangkap petugas keamanan setempat mencuri sebuah sepeda. Keduanya kemudian diarak keliling dengan bagian depan dada masing-masing digantungi lembaran karton bertuliskan, “Saya seorang pencuri, jangan melakukan seperti yang saya lakukan ini.”

Setelah menjalankan hukuman tersebut, kedua orang dipersilakan untuk meninggalkan pulau itu.

Pulau Gili Trawangan yang merupakan bagian dari Kepulauan Gili hanya berpenduduk sekitar 800 orang, namun belakangan ini banyak mendapat kunjungan dari wisatawan dari manca negara.

Kedua orang wisatawan asal Australia yang pria dengan inisial BJ berusia 26 tahun dan wanita dengan inisial TA berusia 25 tahun yang sebelumnya berencana untuk melakukan kegiatan penyelaman di pantai, terpaksa membatalkan acara karena dibawa untuk keperluan interogasi oleh petugas keamanan setempat. Mereka dituduh mencuri sebuah sepeda yang buktinya ada dalam rekaman kamera sirkuit.

Setelah kedua orang pencuri itu mengakui perbuatan, petugas keamanan lalu membuat  label bertuliskan. “Saya seorang pencuri”, menggantungkan di depan dada masing-masing lalu mengarak mereka keliling kampung sebagai hukuman.

Mereka mengaku bersalah dan bersedia memberikan kompensasi atas kerugian yang ditimbulkan, termasuk segera meninggalkan pulau.

Kepala desa pulau tersebut mengatakan bahwa ia berharap kepada orang-orang yang pernah berbuat jahat di pulau ini untuk tidak kembali ke tempat ini. Soal diarak keliling kampung ia menanggapinya dengan mengatakan bahwa itu adalah praktik yang sering dilakukan oleh penduduk setempat yang memang tidak ada pilihan lain. Namun praktik tersebut dianggap cocok juga untuk diperlakukan kepada wisatawan asing sekalipun.

Seorang staf yang berkerja di toko penjualan alat-alat diving setempat mengatakan bahwa, karena pulau Gili Trawangan ini termasuk pulau kecil yang memang tidak ada petugas dari Kepolisian RI, tetapi untuk menjaga keamanannya dilakukan oleh warga dari pulau ini. Namun koordinasi dengan pemerintah daerah tetap dilakukan. Praktik hukuman dengan diarak keliling kampung bertujuan agar tidak ada lagi orang yang mencuri sesuatu di pulau ini. (CNA/Sinatra/rmat)

Share

Video Popular