BANDUNG – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM menyampaikan laporan atas terjadinya gempabumi di Samudera Hindia, Kota Sabang, Aceh, Senin (19/12/2016).

PVMBG dalam situs resminya melaporkan, gempa bumi tersebut berada di laut. Sedangkan daerah di sekitar pusat gempa bumi tersusun oleh endapan Kuarter berupa endapan aluvial, endapan rombakan gunungapi Kuarter, dan batuan Tersier.

Menurut PVMBG, endapan kuarter dan batuan Tersier yang telah mengalami pelapukan bersifat urai, lepas, belum kompak dan memperkuat efek getaran, sehingga rawan terhadap goncangan gempabumi. Menurut BMKG, gempa ini dirasakan sebesar III MMI di Banda Aceh dan tidak ada laporan mengenai adanya korban jiwa dan kerusakan bangunan.

Adapun penyebab gempabumi menurut analisa PVMBG jika dilihat berdasarkan posisi dan kedalamannya, maka gempabumi ini diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia di bawah lempeng Eurasia.

Atas kejadian ini, PVMBG merekomendasikan masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat. Masyarakat diminta tak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab.

PVMBG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil. Gempabumi ini dinilai tidak menimbulkan tsunami, karena walaupun gempabumi berpusat di laut, namun energinya tidak cukup kuat untuk memicu terjadinya tsunami.

Gempabumi terjadi,  Senin (19/12/2016) pukul 02:24:26 WIB berjarak 201 km barat laut dari Kota Sabang, Aceh. Laporan BMKG menyebut pusat gempabumi berada pada koordinat 5.90°LU dan 93.52°BT dengan magnitudo 5.2 SR pada kedalaman 10 km. (asr)

Share

Video Popular