Oleh Wen Pu

Sebuah batu prasasti besar bertuliskan huruf Mao Zedong ‘Badaling’ yang terletak di desa Shifosi dekat Tembok Besar wilayah Beijing Yangqing Distrik, Tiongkok pada 16 Desember siang telah disingkarkan dari tempatnya.

Seorang sumber mengungkapkan kepada NTDTV bahwa Pemda Khusus Badaling yang memerintahkan pembongkaran batu prasasti besar bertuliskan ‘Badaling’ tersebut. Kabarnya, hal itu dilakukan atas usulan wisatawan yang mengeluh tertipu karena tempat batu besar itu berdiri bukan termasuk wilayah Badaling.

Sumber kemudian mengatakan bahwa batu prasasti besar bertuliskan ‘Badaling’ di satu sisi dan tulisan di sisi lain yang diambil dari puisi Mao artinya, “Siapa saja yang belum pernah datang ke Tembok Besar maka ia belum menjadi manusia sejati,” yang didirikan di sana adalah atas gagasan dari adik ipar Sekretaris Desa Shifosi dengan maksud untuk menggaet uang dari wisatawan yang mampir mengambil foto.

Namun bertepatan Pemda setempat sedang menggiatkan pembersihan bangunan liar, batu prasasti tersebut termasuk yang harus disingkirkan.

Pemda setempat mendatangkan sebuah kendaraan derek berkapasitas 50 ton ke lokasi untuk menyingkirkan batu itu.

Ada netizen yang berkomentar, Mao Zedong adalah orang jahat yang kerap menciptakan berbagai gerakan, kekerasan dan propaganda yang menyebabkan jutaan rakyat Tiongkok menjadi korban. Ia terus menerus menyebarkan ‘racun’ kepada rakyat, entah berapa banyak orang dari seluruh negeri yang datang berfoto di tempat itu kemudian jiwanya teracuni.

“Mao adalah iblis penyebar penyakit yang seharusnya dimusnahkan sejak dulu,” komentar netizen lain.

Mao membuat manusia menjadi setan melalui berbagai gerakan ‘revolusi’, propaganda dan kekerasan. Orang yang pernah melewati masa Revolusi Kebudayaan pasti bisa merasakan betapa besarnya perilaku para Pengawal Merah itu dipengaruhi iblis yang merasuk dalam jiwa mereka, hingga melakukan hal-hal di luar moral.

Dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan buku ‘Sembilan Komentar mengenai Partai Komunis’ menyebar luas di kalangan masyarakat, Mao ‘si pembunuh’ yang disanjung-sanjung Partai Komunis Tiongkok/PKT, ketiranian dan sifat dasar PKT yang jahat semakin diketahui oleh masyarakat.  (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular