Lubang hitam, benda angkasa yang misterius ini, berapakah jumlah sebenarnya di alam semesta?

Dalam peta penyebaran lubang hitam di angkasa yang dipotret ilmuwan, menunjukkan bahwa banyaknya jumlah lubang hitam di alam semesta bagaikan bulan purnama yang memenuhi segenap angkasa, benar-benar menakjubkan.

Peta pengamatan luar angkasa terbaru dikejauhan lebih dari 10 miliar tahun cahaya dari teleskop Chandra yang dirilis NASA 5 Januari 2017 lalu, menunjukkan bahwa ada sekitar 5,000 lubang hitam yang tersebar bak bulan purnama di sumber sinar-X. Berdasarkan perhitungan rasio ini, jumlah lubang hitam di area segenap angkasa mencapai hingga 1 miliar banyaknya.

Ini adalah kali pertamanya teleskop luar angkasa Chandra mendapatkan peta penyebaran lubang hitam di kejauhan sekitar 12.5 miliar tahun cahaya setelah pemotretan berantai selama hampir 12 minggu.

Menurut penjelasan ilmuwan, pengamatan kali ini memilih teleskop ruang angkasa Hubble yang pernah menemukan galaksi yang memiliki sumber sinar x. Jarak mereka dengan bumi dikisaran antara 11.9 – 12.9 miliar tahun cahaya. Sementara instrumen pengamatan sinar x bersensitivitas tinggi dari teleskop Chandra kembali menemukan sumber sinar x. Jumlahnya lebih dari dua kali lipat, setara dengan perkiraan jumlah lubang hitam supermasif yang berhasil diamati.

Titik-titik terang seperti tampak pada gambar di atas itu bukan benda angkasa biasa, tapi lubang hitam. Tabrakan dua gugus galaksi dikejauhan 2 miliar tahun cahaya yang berhasil diamatai teleskop ruang angkasa Chandra. Warna biru adalah sinar X, sementara warna merah adalah gas panas.(NASA/CXC/Penn State/B.Luo et al And X-ray: NASA/CXC/SAO/R. van Weeren et al; Optical: NAOJ/Subaru)

Para ilmuwan percaya, gambar yang berhasil diabadikan oleh teleskop ruang angkasa Chandra dapat membantu ilmuwan untuk mengetahui kondisi alam semesta awal.

NASA mengatakan bahwa hasil observasi tersebut dipublikasikan dalam pertemuan astronomi Amerika Utara ke-229 di Grapevine, Texas. Dalam pertemuan tersebut, ilmuwan juga menunjukkan pemandangan spektakuer  berupa dua tabrakan dari gugus galaksi dan lontaran massa lubang hitam supermasif dari hasil pengamatan teleskop ruang angkasa Chandra.

Gugus galaksi Abell 3411 dan Abell 3412 yang berjarak 2 miliar tahun cahaya itu saling bertabrakan di ruang angkasa, melontarkan gas dengan suhu ekstrim tinggi dan sejumlah besar sinar x. Sekilas terlihat seperti sebuah komet yang menyeret ekor panjangnya.

Gugus galaksi mengacu pada segugusan galaksi yang terbentuk dari sejumlah besar himpunan galaksi, yang di dalamnya berisi planet yang tak terhitung banyaknya.

Dengan kata lain, banyak planet yang sangat jauh, telah mengalami tabrakan yang sangat menakjubkan. Para ilmuwan mengatakan, ini bukan pertama kalinya menyaksikan fenomena tabrakan antar galaksi dalam skala yang besar seperti ini, tapi untuk kali pertamanya secara jelas mengamati suasana tabrakan tersebut. (Epochtimes/ Lin Yan/joni/rmat)

Share

Video Popular