Hasil jajak pendapat yang dilakukan media Inggris ‘Independent’ menunjukkan, 49 % responden telah memilih mendukung Perdana Menteri Inggris, Theresa May untuk menjalin hubungan lebih dekat dengan presiden AS terpilih Donald Trump.

Rupanya kepentingan Inggris menjadi alasan paling kuat mengapa masyarakat tidak memilih menolak hubungan termaksud, sehingga suaranya hanya 31 % saja.

‘Independent’ juga menemukan, dalam suara yang diberikan oleh para responden asal Partai Buruh yang menjadi partai oposisi partai yang berkuasa juga terdapat perbedaan yang menyolok, ada 37 % memberikan suara mendukung, tetapi 46 % memberikan suara menolak perbaikan hubungan antar kedua pemimpin itu.

Tetapi hampir seluruh pendukung Partai Konservatif yang sekarang sedang berkuasa memberikan suara setuju dalam jajak pendapat tersebut. 63 % suara dari kalangan ini setuju untuk melanjutkan kemitraan khusus antara Inggris dan AS.

Downing Street pekan lalu memberikan konfirmasi bahwa Perdana Menteri Theresa May berencana untuk mengunjungi AS dan menemui Donald Trump pada Februari mendatang. Dikatakan bahwa beberapa pandangan politik dari kedua pemimpin tersebut sama sehingga diharapkan kemitraan legenda antara Inggris dengan AS dapat tercipta.

Setelah kepastian Trump terpilih sebagai presiden AS pada November tahun lalu, Theresa May langsung menyampaikan ucapan selamat lewat sambungan telepon, dan dalam pembicaraan itu May juga menerima undangan untuk berkunjung ke Gedung Putih setelah pelantikan Trump.

Akhir tahun lalu, 2 orang asisten senior Theresa telah dikirim ke Washington DC menemui asisten terdekat presiden terpilih Trump untuk membicarakan isu-isu yang akan dibahas oleh perdana menteri bersama presiden AS dalam pertemuan nanti.

Duta Besar Inggris untuk AS, Sir Kim Darroch beroptimis terhadap masa depan perkembangan bilateral Inggris – AS. Ia percaya bahwa Theresa May akan menciptakan kembali suasana persahabatan antara Margaret Tratche dengan Ronald Reagen. (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular