JAKARTA – Kemendag mempertemukan  produsen dan distributor gula untuk membuat kerja sama dalam menjaga harga gula pada level Rp12.500/kg, atau lebih rendah dari harga yang sebelumnya ditetapkan pemerintah. Kerja sama produsen dan distributor ini dilakukan dalam bentuk MoU.

Sebelumnya, Kemendag memfasilitasi nota kesepahaman antara Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) dengan Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI) untuk menyediakan dan mendistribusikan daging sapi dengan harga maksimal Rp80.000/kg.

“Fasilitasi kemitraan antara produsen dan distributor gula ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan gula dan stabilitas harga gula pada level Rp12.500/kg,” ungkap Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita usai menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman kemitraan antara produsen dan distributor gula di Kantor Kemendag, Jakarta, Senin (16/1/2017).

Menurut Mendag, harga gula yang harus dijual di tingkat konsumen sebesar Rp12.500/kg  merupakan amanat dari Presiden Joko Widodo. Amanat ini dijalankan melalui skema memperpendek jalur distribusi.

“Untuk mencapai target tersebut, beberapa hal yang telah dilakukan, seperti memperpendek jalur distribusi dari produsen ke konsumen dengan meningkatkan peran serta BUMN/BUMD dan sektor swasta dalam pendistribusian gula,” imbuhnya.

Hal ini, lanjutnya, sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting. Mendag memastikan unsur pemerintah akan menjalankan amanat ini melalui berbagai sinergi termasuk dengan pihak swasta. Tujuannya adalah memperoleh keseimbangan, petani bisa tetap sejahtera, pedagang untung, dan konsumen mendapatkan harga terjangkau.

“Sudah menjadi tugas Pemerintah/Pemerintah Daerah bersama BUMN/BUMD dan sektor swasta untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” tegas Mendag.

Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, tren harga gula menjelang Natal dan Tahun Baru (September-Desember) cenderung naik, meskipun tidak signifikan yakni antara 0,02%-0,38%. Tren harga pada 2016 lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya yakni turun 2,06%. Namun demikian, kondisi tersebut masih di atas harga acuan gula yang ditetapkan oleh Pemerintah sebesar Rp12.500/kg.

Harga   rata-rata   nasional   gula   pada Januari   2017   sebesar   Rp14.087/kg   atau   turun   0,33%  dibandingkan  harga rata-rata bulan  Desember 2016  sebesar Rp 14.133/kg. Harga  rata-rata  gula  di beberapa  daerah  pada  kisaran  Rp12.933/kg  di  Yogyakarta,  sampai  yang  tertinggi  Rp17.000/kg  di Tanjung Pinang, Tanjung Selor, dan Manokwari. (asr)

Share

Video Popular