Oleh: Li Tianxiao

Pada 4 Januari 2017, di kota Panzhihua provinsi Sichuan, Tiongkok terjadi kasus penembakan “pejabat membunuh pejabat”.  Chen Zhongshu, kepala biro Sumberdaya Lahan kota Panzhihua, di sebuah ruang konferensi guesthouse menembak atasannya, Zhang Yan, Sekretaris Partai Kota (dalam struktur pemerintahan komunis, pimpinan riil dipegang oleh sekretaris partai-red.) dan walikota Li Jianqun. Kemudian menurut pihak resmi, sang pelaku tewas bunuh diri.

Di Tiongkok jika terjadi “pejabat membunuh warga sipil” dan “warga sipil membunuh pejabat” adalah hal yang cukup umum. Namun “pejabat membunuh pejabat” apalagi bawahan membunuh atasan adalah hal cukup langka.

Tembakan pertama tahun 2017  dimana “pejabat membunuh pejabat” di kota Panzhihua, sinyal apakah?

Pertama, hal tersebut berkaitan dengan gen selalu membunuh dan saling membunuh orang sendiri dalam internal Partai Komunis Tiongk/PKT, juga terkait dengan sikon khusus sang pejabat.

PKT sejak mulai didirikan, yang disebut “10 kali perjuangan route (politik)” dan gerakan politik selama ini, setiap kali adalah perjuangan brutal internal dan saling membunuh.

Taraf kebrutalan PKT dalam membunuh orang sendiri tidak kalah kejamnya dengan perjuangan dan membunuh orang diluar partai.

Pada 1930-an di dalam Tentara Merah (Tentara PKT saat itu) ada sekitar 70.000 orang yang terbunuh dalam kasus yang disebut “Resimen AB”.  Banyak pemimpin PKT tewas dalam pembantaian internal pada saat itu, contoh kasusnya sangat banyak.

Boleh dikata, sejak PKT pertama kali muncul, pembantaian internal dan saling membunuh itu sudah menjadi cara mempertahankan eksistensi ciri khas PKT. Namun pada umumnya adalah atasan membunuh bawahan, bawahan membunuh atasan juga ada namun jarang terjadi.

Beberapa tahun ini program anti-korupsi Xi Jinping dan Wang Qishan (tangan kanan Xi dalam pemberantasan KKN) semakin massif. Daya pukulnya semakin besar saja dan sejumlah besar pejabat korup telah dibersihkan.

Banyak pejabat korup PKT terutama pejabat korup faksi Jiang sangat ketakutan. Dalam jangka waktu panjang mereka berada dalam keadaan super tegang dan banyak dari mereka mengalami gangguan mental.

Hubungan antara para pejabat PKT didirikan di atas landasan melakukan kejahatan bersama. Hubungan rapuh seperti ini setiap saat bisa pecah dan berbalik menjadi musuh demi menyelamatkan diri sendiri, karena sesama rekan telah berubah bagai air dan api bahkan berbalik menjadi musuh yang saling bertarung. Terutama bagi pejabat yang sejak awal sudah terlibat konflik dan menaruh dendam.

Ini sangat mirip dengan hubungan antara Bo Xilai dan Wang Lijun sebelum terjadi kasus Chongqing pada 2012. Para pejabat PKT pada saat menyangkut masalah keamanan diri dan keselamatan diri bertindak sangat egois. Tidak peduli pejabat tersebut semula adalah rekan sendiri atau pertarungan secara benderang dan secara tersembunyi, demi meyelamatkan diri maka akan melempar orang lain keluar sebagai kambing hitam demi menyelamatkan diri sendiri. (lin/whs/rmat)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds