Oleh Chen Lei dan Liu Honglin

Partai Komunis Tiongkok/ PKT telah memanfaatkan sebuah kasus pembunuhan yang terjadi di Ohio, AS untuk memfitnah Falun Gong.

Chen Mingming, wanita berusia 29 tahun dan Zhao Liang, pria berusia 34 tahun, pasangan suami istri asal Tiongkok yang sudah menetap dan membuka rumah makan masakan Tionghoa di Ohio, AS telah ditangkap polisi pada 9 Januari atas tuduhan membunuh anak gadis mereka sendiri yang baru berusia 5 tahun.

Menurut penyelidikan awal polisi bahwa Chen Mingming, ibu kandung gadis itu telah memukul kepala anak gadisnya secara berulang kali. Gegara pemukulan yang membabi-buta itu anak gadisnya tewas.

Setelah itu, pasangan suami istri menyembunyikan jenasah anak gadisnya di dalam rumah makan. Mereka lalu pergi ke kantor polisi untuk membuat laporan kehilangan anak yang dengan mudah berhasil dibongkar para penegak hukum.

Pasangan suami istri ini berasal dari Yitian County, Kota Yongle, Fujian, Tiongkok. menetap dan membuka usaha rumah makan di Ohio, AS sejak 2013.

Pada 2009, Chen Mingming meminta suaka politik kepada pemerintah AS dengan cara menyamar sebagai praktisi Falun Gong. Tetapi ditolak kantor imigrasi AS dengan alasan kredibilitasnya diragukan, karena kesaksian yang diberikan pemohon antara lisan dengan tulisan tidak sama. Selain itu juga tidak sesuai dengan beberapa bukti penunjang lainnya.

Setelah permohonan Chen Mingming ditolak Imigrasi pada 2009, ia kemudian mengajukan banding kepada Pengadilan Banding Sirkuit Keenam AS. Namun, pengadilan banding yang memiliki kewenangan setingkat dengan Mahkamah Agung itu lagi-lagi menolak permohonannya dengan alasan bahwa kredibilitas yang bersangkutan diragukan. Tampaknya pengadilan banding pun tidak percaya jika Chen Mingming adalah seorang praktisi Falun Gong.

Tetapi media corong PKT telah memanfaatkan kasus pembunuhan tersebut untuk menyebarkan berita sesat berupa, Chen Mingming diduga sudah terkena cuci otak Falun Gong sehingga tega membunuh anaknya sendiri.

Selain itu, media itu juga mengedepankan kejadian tidak benar seperti pelaku yang terobsesi Falun Gong tega menghabisi nyawa  anak belum dewasa. Kasus pengfitnahan terhadap Falun Gong itu juga disebarkan oleh website corong PKT Phoenix dan beberapa media berbahasa mandarin di luar negeri.

Reporter telah meminta penjelasan dari beberapa media Barat untuk mengkonfirmasi apakah mereka juga secara spesifik memberitakan bahwa Chen Mingming adalah seorang praktisi Falun Gong yang meminta suaka politik kemudian ditolak Imigrasi AS.

Mereka pada dasarnya mengaku ada memberitakan kasus tersebut, tetapi tidak menyebutkan bahwa Chen Mingming adalah praktisi Falun Gong.

Konfirmasi yang sama juga diberikan oleh media ‘News5.com’ dan media ‘inquisitr.com’ yang difitnah media corong PKT sebagai narasumber berita Chen Mingming adalah praktisi. Media ‘inquisitr.com’ bahkan pada Juni 2016 juga memaparkan kejahatan pengambilan organ paksa dari tubuh hidup praktisi Falun Gong yang dilakukan PKT. (baca : https://goo.gl/rVqbT1)

Salah seorang penanggungjawab Asosiasi Falun Dafa Ohio, Doktor Jian Tianlun yang terkejut dan sedih mengetahui tragedi pembunuhan melalui media kemudian dengan tegas membenarkan bahwa Chen Mingming bukan praktisi Falun Gong.

Jian Tianlun saat menerima wawancara Epoch Times pada 23 Januari. (Chen Lei/Epoch Times)

Jian Tianlun yang sejak 2006 menetap di Ohio dan sebagai salah seorang relawan  yang melayani asosiasi dan anggota telah bertanya kepada sebagian besar praktisi apakah pernah melihat Chen Mingming ikut berlatih Falun Gong? Mereka menjawab tidak.

Jian menyatakan, pertama, para praktisi sudah selama lebih 8 tahun melakukan latihan bersama dan belum ada yang pernah melihat Chen Mingming datang berlatih.

Kedua, dari perilaku  juga menunjukkan bahwa mereka bukan praktisi Falun Gong, karena sama sekali tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Sejati-Baik-Sabar yang diajarkan Falun Gong. Ketiga, jika praktisi Falun Gong mengajukan permohonan suaka, maka akan dicarikan praktisi lokal untuk bersaksi di Kantor Imigrasi dan dilengkapi dengan rekomendasi tertulis dari asosiasi setempat.

Sejumlah pengacara masalah keimigrasian asal Tiongkok di AS membenarkan bahwa permintaan suaka politik sebagai praktisi Falun Gong Tiongkok akan mudah dikabulkan Imigrasi AS. Hal tersebut membuktikan bahwa praktisi Falun Gong mengalami penganiayaan brutal di Tiongkok, dan telah diketahui oleh masyarakat internasional.

Komentator politik Gong Ping mengatakan, PKT terus menggunakan media untuk memfitnah Falun Gong dan mengontrol ketat informasi kebenaran demi kelangsungan penganiayaan yang mereka lakukan. Tetapi rumor-rumor bohong seperti ini di luar negeri akan mudah untuk diungkap.

Berita kebohongan yang disebarkan PKT tidak akan mengena sasaran. Sebaliknya, malahan menjatuhkan kredibilitasnya sendiri, membuat makin banyak orang mengetahui keburukan mereka.

Sebagaimana yang sering diberitakan oleh media ‘minghui’ bahwa Falun Gong adalah kultivasi Buddhis yang melarang pembunuhan termasuk bunuh diri. Dalam buku “Zhuan Falun” karya pendiri Falun Gong, Li Hongzhi juga ditegaskan bahwa praktisi dilarang melakukan pembunuhan.

Minghui juga melaporkan bahwa PKT selama 18 tahun terakhir ini terus memciptakan berbagai berita bohong untuk mengfitnah Falun Gong dan melakukan kekerasan terhadap praktisi. Menurut data tidak resmi, sedikitnya 4.064 orang praktisi di Tiongkok telah menjadi korban meninggal karena penyiksaan yang mereka lakukan. Minghui percaya bahwa akibat informasi sengaja disembunyikan, jumlah korban yang sebenarnya masih jauh di atas angka ini. (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular