- Erabaru - http://m.erabaru.net -

Atmosfer di Mars Kemungkinan Mengandung Mikroorganisme

Sebuah studi terbaru menyebutkan, bahwa di atas planet merah Mars terdapat mikroba yang mampu bertahan hidup di atmosfernya.

Meskipun permukaan Mars dingin dan kering, tapi banyak bukti menegaskan, bahwa miliaran tahun lalu di sana ada danau, sungai dan lautan. Karena kemungkinan di Mars mengandung air seperti di Bumi, para ilmuwan mensinyalir pernah ada kehidupan di Mars. Kemungkinannya sekarang juga demikian, setidaknya mikroba dapat bertahan hidup di planet merah ini.

Rebecca Mickol, seorang ahli astrobiology dari Arkansas Center for Space and Planetary Sciences, seperti dilansir Fox News, (23/1/2017) mengatakan, “Kita bisa melihat keberadaan mikroba di lingkungan bumi belahan manapun, ada mikroba dari spesies tertentu dapat bertahan hidup di mana saja di bumi. Sehingga akan terlintas dalam benak kita adanya mikroba di lingkungan manapun di lingkungan bumi atau bulan.”

Para ilmuwan menuturkan, mikroba dapat beradaptasi dengan lingkungan ekstrim, seperti suhu ekstrim rendah atau tinggi, iklim kering, radiasi dan lingkungan ekstrim lainnya.

Menurut Mickol dan rekannya, bakteri metanogen memiliki kemampuan menahan tekanan rendah, menyiratkan bahwa organisme ini dapat bertahan hidup di bawah tanah Mars.

Sebelumnya, para ilmuwan telah menemukan organisme yang mengandung metana ini di permukaan Mars. Sementara di bumi, mikroba dapat menghasilkan metana. Dengan demikian, para ilmuwan menyimpulkan bahwa di Mars juga ada mikroba yang menghasilkan metana.

[1]
Di bawah permukaan Mars disinyalir mengandung air yang melimpah. Ketika air menghilang, permukaan tanah menurun ke bawah, dan menghasilkan lembang (tanah rendah) berbentuk seperti kerang dan palung. Beragam topografi yang disebut thermokarsts juga akan terlihat disana. (NASA/JPL/University of Arizona)

Selain itu, para peneliti juga meniru kondisi atmosfer di bawah permukaan Mars yang memiliki tekanan rendah di masing-masing tabung penelitian. Sesuai dengan kondisi planet tersebut, suhu yang digunakan selama eksperimen berada di titik beku.

Setelah melakukan eksperimen selama hampir setahun dengan empat spesies berbeda, para peneliti menemukan seluruh objek berhasil bertahan hidup.

Keberhasilan eksperimen ini memang disebut-sebut bisa menjadi tanda kemungkinan ada kehidupan di Mars. Namun ketua tim peneliti Rebecca Mickol mengatakan tetap ada kemungkinan gas metana di Mars berasal dari proses lain, seperti gunung berapi.

“Kami hanya mencoba memeriksa sejenak pandangabn kami.” ujar Mickol. (Epochtimes/xià Lǜ-di/joni/rmat)