Oleh Chen Yiran

Kandidat populer sebagai calon presiden Korea Selatan yang mantan Sekjen PBB Ban Ki-moon pada Rabu (1/2 2017) kemarin mengumumkan putusannya untuk mundur dari pencalonan dan  keluar dari dunia politik.

Media melaporkan bahwa keputusannya itu mengejutkan  masyarakat Korea Selatan, juga telah menambahkan faktor perubahan ke dalam situasi politik Korea Selatan yang saat ini sedang kurang stabil.

Dalam konferensi pers kemarin, Ban Ki-moon melampiaskan suka duka yang ia rasakan selama ini dalam mengemban tanggung jawab perubahan politik serta untuk merealisasikan persatuan bangsa di Korea Selatan. Karena alasan itu ia memutuskan untuk mundur dari pencalonan presiden.

Ban Ki-moon mengatakan bahwa hanya dalam beberapa pekan setelah ia menyerahkan jabatan Sekjen PBB lalu kembali ke Korea Selatan, ia telah menerima sejumlah berita bohong berisikan fitnahan terhadap karakter dirinya yang telah merugikan tidak hanya dirinya, tetapi juga keluarga serta reputasi 10 tahun bekerja di PBB.

“Saya merasa sangat kecewa dengan sebagian dari politisi kita yang berpandangan sempit dan egois itu. Saya pikir bekerjasama dengan mereka tidak ada artinya,” katanya.

Ban Ki-moon juga memohon masyarakat Korea Selatan dapat memahami keputusannya itu dan meminta maaf kepada seluruh pendukungnya. “Saya mohon maaf atas putusan yang telah membuat banyak orang kecewa,” katanya.

Mantan Sekjen. PBB tersebut sebelumnya telah berulang kali menyatakan keinginannya untuk terus mengabdi kepada negara. Karena itu, masyarakat umumnya menduga bahwa ia akan mengumumkan rencana pencalonan sebagai presiden Korea Selatan, tetapi di luar dugaan pengumuman yang ia sampaikan adalah putusan untuk keluar dari politik Korea Selatan.

Setelah Ban Ki-moon keluar dari pencaturan, Moon Jae-in, mantan Ketua Partai Minjoo Korea yang menjadi oposisi dari partai yang berkuasa, dan Hwang Kyo-ahn yang sekarang diangkat sebagai pejabat presiden menjadi kandidat kuat untuk merebut memenangkan suara pemilu.

Ada analisa yang memperkirakan bahwa suara dukungan kepada Moon Jae-in dalam waktu dekat ini masih akan terus bertahan meskipun serangan-serangan dari partai oposisi lainnya juga tidak akan menyurut.

Hal ini membuat situasi politik menjelang pemilu di Korea Selatan kurang stabil. Entah siapa yang akan keluar sebagai pemenang.  (sinatra/rmat)

Share

Video Popular