Pemerintah Trump pada Jumat (3/2/2017) menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari 20 entitas dan pribadi sebagai tanggapan atas uji coba peluncuran peluru kendali balistik pada Minggu lalu.

Juru bicara Gedung Putih Sean Spicer pada mengatakan, “Hari ini pemerintah AS menjatuhkan sanksi kepada 25 entitas dan individu, termasuk organisasi Pengawal Revolusi Iran (IRGC) yang terlibat dalam memberikan dukungan untuk mengembangkan program senjata nuklir. Melalui pertimbangan yang saksama kita terpaksa menjatuhkan sanksi  tersebut dan di waktu mendatang AS masih akan terus mengambil langkah-langkah yang tepat dalam menghadapinya (provokasi).”

Kementerian Keuangan AS pada hari itu mengumumkan saksi yang ditujukan kepada 13 orang individu dan 12 perusahaan yang berasal dari Iran, Libanon, Tiongkok dan Emirat Arab. Sanksi membuat mereka tidak dapat lagi melakukan bisnis apapun dengan pemerintah atau warga AS.

Semasa kampanye, Trump menuduh Obama kurang tegas dalam menghadapi Iran. Dengan diberlakukannya sanksi tersebut menunjukkan bahwa Trump memiliki sikap yang ‘tidak main-main’ dengan ucapan.

Selain itu, sebuah kapal perusak milik AL-AS telah dikirim ke perairan Yaman untuk melaksanakan tugas. Sebelumnya, kelompok pemberontak di Yaman, Hutsi telah menyerang sebuah kapal perang Arab Saudi, dan Iran dituduh berada di belakang kelompok pemberontak. Karena itu, AS merasa prihatin dengan kejadian ini. (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular