JAKARTA – Gempa bumi dengan kekuatan 4.3 SR melanda Sumatera Utara, Jumat (10/2/2017). Berdasarkan informasi dari BMKG kejadian gempa bumi tersebut terjadi pada pukul 05:04:17 WIB.

Laporan BMKG, menyebut bahwa pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 3,3°LU dan 98,48°BT dengan magnitudo 4,3 SR (Skala Richter) pada kedalaman 10 km, berjarak sekitar 22,3 km utara Kota Kabanjahe, Sumatera Utara.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kementerian ESDM dalam laporannya menyebutkan bahwa kondisi geologi daerah terkena gempa bumi pada umumnya disusun oleh batuan sedimen Tersier dan endapan Kuarter yang terdiri-dari endapan aluvial sungai dan batuan rombakan gunungapi muda.

Batuan sedimen Tersier tersebut, menurut PVMBG, sebagian telah mengalami pelapukan. Batuan sedimen Tersier yang telah mengalami pelapukan dan endapan Kuarter tersebut pada umumnya bersifat urai, lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated), bersifat memperkuat efek goncangan gempa bumi, sehingga rawan terhadap goncangan gempa bumi.

Adapun penyebab gempa bumi, jika dilihat erdasarkan posisi dan kedalaman pusat gempa bumi, maka kejadian gempa bumi tersebut disebabkan oleh aktivitas sesar aktif yang terdapat di daerah Berastagi.

Atas kejdian ini, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Masyarakat diminta tak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.

Selain itu, masyarakat diminta agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang energinya lebih kecil dari kejadian gempa bumi utama. “Kejadian gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena pusat gempa bumi terletak di darat,” jelas PVMBG dalam keterangan di situs resminya. (asr)

 

Share

Video Popular