Oleh Shi Xuan

Petugas keamanan Malaysia pada Jumat (17/2/2017) berhasil menangkap tersangka keempat yang diduga terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-nam di Bandara Kuala Lumpur. Lelaki tersebut menggunakan paspor Korea Utara. Ia kini sedang menghadapi interogasi pihak yang berwenang di Malaysia.

Media Malaysia ‘Oriental daily’ mengutip dari sumber kepolisian memberitakan, petugas keamanan Malaysia sudah sejak Kamis (16/2/2017) sore menguntit seorang lelaki tersangka yang rencananya akan diringkus bersama-sama dengan tersangka lainnya bila mereka bertemu.

Namun situasi tersebut  tidak muncul selama penguntitan seharian itu. Maka petugas memutuskan untuk langsung menangkapnya pada Jumat (17/2/2017) malam.

Sumber menyebutkan, lelaki berusia 47 tahun ini memegang paspor Korea Utara, telah berulang kali keluar masuk Indonesia dan Malaysia. Namun apakah benar dirinya adalah seorang warganegara Korea Utara, masih dalam penyelidikan.

Pihak berwenang Malaysia telah menyelesaikan otopsi jenasah Kim Jong-nam pada Kamis (16/2/2017) tetapi tidak mengumumkan hasilnya. Duta Besar Korut untuk Malaysia, Kang Chol dalam pernyataannya pada Jumat (17/2/2017) menyebutkan bahwa pemerintah Korut tidak akan mengakui hasil otopsi yang dikeluarkan pihak Malaysia.

Kepolisian Malaysia pada Rabu (15/2/2017) dan Kamis (16/2/2017) juga menangkap 2 orang wanita dan seorang lelaki yang diduga pelaku pembunuhan. Dua orang wanita itu salah satunya adalah pemegang paspor Vietnam, bernama Doan Thi Huong, usia 29 tahun.

Seorang lainnya memegang paspor Indonesia bernama Siti Aisyah, usia 25 tahun. Lelaki itu adalah warganegara Malaysia, berusia 26 tahun, kabarnya adalah teman Siti Aisyah.

Dari ungkapan kepolisian saat ini diketahui bahwa ketiga orang tersebut tampaknya bukan dalang pembunuhan.

Media Malaysia juga melaporkan bahwa, dengan pengawalan ketat sekitar 150 orang petugas keamanan, kedua tersangka wanita tersebut pada Jumat (17/2/2017) telah dibawa ke Bandara Kuala Lumpur untuk melakukan rekonstruksi ulang adegan pembunuhan. Kepada polisi yang menginterogasi mereka menjelaskan bagaimana penyemprotan cairan beracun kepada Kim itu dilakukan dan melalui jalan mana mereka melarikan diri dari TKP.

Kepolisian memblokir daerah seluas 100 meter persegi tempat di mana Kim Jong-nam mengalami serangan. Banyak polisi yang didatangkan untuk pengamanan lokasi itu, termasuk melarang setiap orang mengambil gambar.

Polisi forensik Selangor dikerahkan seluruhnya ke lokasi untuk mengumpulkan bukti-bukti yang menentukan. Hampir 2.5 jam mereka bekerja di sana.

Ada kabar menyebutkan bahwa pihak kepolisian pada Kamis (16/2/2017) sore sudah membawa kedua wanita tersangka ke TKP untuk pendalaman awal kasus pembunuhan demi persiapan untuk melakukan interogasi. Kemudian, pada Jumat (17/2/2017) pagi saat situasi bandara masih sepi penumpang, mereka dibawa lagi ke TKP untuk rekonstruksi ulang.

Menurut sumber berita bahwa begitu mendapat serangan, Kim Jong-nam langsung menghampiri counter layanan terdekat di bandara untuk meminta bantuan. Ketika itu, ia datang dengan wajah meringis dan berbicara dalam bahasa Inggris, “Sakit sekali ! Saya telah disemprot oleh seseorang dengan cairan.”

Di sana ia berdiri dan terus mengerang kesakitan tetapi tak lama kemudian ia jatuh dan tidak bereaksi lagi.

Media Malaysia ‘The Star’ memberitakan, Doan Thi Huong yang sudah mengenal Siti Aisyah, diduga pernah tinggal di Tiongkok selama 1 – 3 bulan dan bekerja sebagai pengawal.

Selama di sana, Duong Thi Huong berkenalan dengan seorang lelaki yang bertugas sebagai agen rahasia. Ia kemudian dikenalkan kepada 4 orang lelaki lainnya yang sekarang buron. Dengan mereka, Duong berjanji mau ikut menjadi pemeran dalam film yang beradegan, “ngerjain orang lain”.

Baik Duong Thi Huong maupun Siti Aisyah mengaku bahwa mereka masing-masing diberi uang USD 100 sebagai imbalan untuk shooting film adegan lucu “ngerjain orang lain” di bandara oleh seorang lelaki misterius. Dan mereka sudah beberapa kali melakukan gladi resik sebelumnya.

Kepolisian menduga bahwa mungkin saja kedua wanita tersebut hanya tahu jika mereka akan dijadikan pemain dalam film yang beradegan “ngerjain orang lain”, tetapi tidak disangka bahwa mereka dilibatkan dalam adegan pembunuhan.  (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular