Oleh Qin Yufei

AS pada Sabtu (18/2/2017) mengirim kapal induk USS. Carl Vinson ke perairan bersengketa di Laut Selatan sebagai bagian dari tugas patroli ‘rutin’.

Angkatan Laut AS dalam pernyataannya menyebutkan bahwa USS. Carl Vinson membawa lebih dari 60 buah pesawat tempur, termasuk F/A-18 dan dalam pelayarannya diiringi oleh kapal perusak berpeluru kendali USS. Wayne E. Meyer.

Kegiatan tersebut dilakukan bertepatan dengan isu-isu sengketa wilayah dan perdagangan antara AS – Tiongkok sedang menghangat.

Departemen Luar Negeri Tiongkok pada Rabu (15/2/2017) mengatakan bahwa pihaknya sudah mengetahui adanya rencana pelayaran USS. Carl Vinson dan memperingati Washington agar tidak membuat masalah yang menantang kedaulatan.

Kapal induk tersebut rencananya akan berlayar menuju perairan dekat pulau-pulau milik Tiongkok yang direklamasi untuk melakukan patroli ‘rutin’ demi kebebasan navigasi.

Tugas tersebut terakhir dilakukan oleh kapal perusak berpeluru kendali USS. Decatur pada Oktober tahun lalu. Tindakan ini memicu Beijing mengeluarkan peringatan kepada AS.

AS tidak mengungkapkan apakah kedua kapal tersebut akan berlayar menuju perairan yang dekat dengan pulau-pulau reklamasi atau tidak.

Berpatroli di Laut Selatan memang sering dilakukan oleh kapal induk AS. Setahun lalu, USS John Stennis melaksanakan hal tersebut. USS. Carl Vinson juga melakukan hal sama pada 2015. Dalam 35 tahun terakhir, USS. Carl Vinson sudah melakukan sebanyak 16 kali patroli di Laut Selatan.

USS. Carl Vinson dalam bulan ini saja sudah 2 kali melakukan patroli bernada tinggi di Laut Selatan.

Pekan lalu, Littoral combat ship USS. Coronado melakukan pelatihan di Laut Selatan.

“Kita melakukan berbagai macam latihan, termasuk pelatihan senjata, operasi udara yang dilakukan oleh pesawat tempur barawak dan tidak berawak, penanganan kapal, latihan pengendalian kerusakan,” demikian dikatakan oleh komandan kapal USS. Coronado, Scott Larson kepada CNN. Latihan-latihan ini untuk menjamin kesiapan kita dalam menghadapi tugas-tugas yang diberikan”.

Komandan pertempuran USS Carl Vinson, James Kilby juga mengeluarkan pendapat yang sama.

“Latihan yang diselenggarakan beberapa pekan lalu benar-benar membuat persatuan antar tim kami lebih kokoh, efisiensi dan kesiapan kesatuan dalam menghadapi pertempuran lebih meningkat. Kami berharap kamampuan ini dapat terus dikembangkan, selain itu, meningkatkan hubungan kerjasama dengan sekutu kami yang berada di Asia Pasifik dan India,” jelas Kilby.

Salah satu di antara mitra itu yakni Filipina, yang baru pekan lalu menerima kedatangan kapal selam AS USS. Louisville yang singgah di Teluk Subic, Filipina. AS tidak mengungkap tentang misi dari kapal tersebut, kecuali mengatakan bahwa AL-AS ingin menunjukkan tekad untuk mempertahankan stabilitas dan keamanan maritim di kawasan yang dilalui kapal induk.

Namun, ditegaskan pula bahwa perairan yang masuk target patroli kapal induk AS itu termasuk Laut Selatan atau Laut Tiongkok Selatan. (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular