Oleh Yang Yifan

Seorang pria ahli kimia berkebangsaan Korea Utara bernama Ri Jong-chol telah ditangkap petugas keamanan Malaysia beberapa hari lalu karena ia diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Kim Jong-nam.

Menurut informasi umum bahwa kedua orang anggota Komite Tetap Partai Komunis Tiongkok/PKT  kelompok Jiang Zemin adalah mantan alumni Ri.

Fuji Television Network pada Minggu (19/2/2017) menayangkan video hasil rekaman suasana ruang dalam Bandara Kuala Lumpur detik-detik Kim Jong-nam mengalami serangan. Juga mengundang Guru besar dari Nihon Pharmaceutical University Jepang, Shinji Funayama untuk menganalisa jenis racun yang digunakan membunuh Kim.

Shinji Funayama berpendapat bahwa racun itu tampaknya lebih keras daripada racun saraf jenis VX yang ditebar oleh para penganut ajaran Aum Shinrikyo di kereta bawah tanah Tokyo pada 1995.

Racun VX ini akan berbentuk cairan dalam kondisi suhu normal ruangan. Ia selain mudah masuk ke dalam tubuh manusia melalui hidung dan mulut saat bernafas atau berbicara, juga mudah menempel di permukaan kulit, beberapa mililiter saja bisa berakibat fatal.

NHK memberikan laporan analisa yang mereka peroleh berdasarkan ucapan dari beberapa pejabat berwenang pemerintah Korea Selatan menyebutkan bahwa, dengan melihat kondisi jenasah Kim Jong-nam, dugaan kematian Kim itu akibat racun saraf  berjenis VX.

Menurut seorang sumber yang ahli dalam senjata kimia bahwa VX itu termasuk zat paling beracun yang sekarang ini banyak digunakan sebagai bahan senjata kimia.

Diduga, Kim Jong-nam keracunan zat VX yang disemprotkan atau disuntikkan ke dalam tubuhnya, sehingga mampu membuat ia roboh dan meninggal dunia tak lama kemudian.

Menurut media Malaysia ‘China Daily’ bahwa Ri Jong-chol yang tertangkap itu adalah seorang apoteker senior dan farmasi toksikologi. Saat kejadian, ia bersama seorang tersangka lainnya yang juga WNA Korut sedang duduk-duduk dan menyaksikan proses penyerangan terhadap Kim Jong-nam dari dalam restoran Bibik Heritage yang berjarak sekitar 20 meter dari TKP.

Laporan tersebut menyebutkan, diduga kuat Ri Jong-chol yang menyiapkan racun kepada kaki tangannya yang kemudian diteruskan kepada wanita pelaksana penyerangan. Saat ini, kepolisian Malaysia masih sedang mengusut asal muasal racun tersebut, apakah ada keterlibatan Ri Jong-chol.

Menurut media Korea Selatan ‘Donga Ilbo’, Ri Jong-chol lahir di Pyongyang, melakukan pekerjaan di bawah pengawasan dinas intelijen Korut atau juga sebagai salah seorang agen khusus dari biro pertahanan nasional tingkat provinsi. Tersangka ini pernah studi di Universitas Kim Il-sung, yang kabarnya bahwa universitas ini tidak sembarangan menerima mahasiswa kecuali adalah putra putri para elit Korut.

Data umum menunjukkan bahwa anggota Komite Tetap PKT, Zhang Dejiang pada Agustus 1978 pernah mengikuti pendidikan ilmu ekonomi di Universitas Kim Il-sung, Korut. Sedangkan anggota Komite Tetap lainnya Zhang Gaoli juga pernah mengikuti pendidikan di universitas tersebut walaupun tidak lama (hanya 2 tahun). Tetapi Curiculum Vitae resmi mereka terkait bagian ini sengaja dirahasiakan.

Media Korea Selatan ‘Chosun Ilbo’ mengutip ucapan dari sumber yang berasal dari pemerintah Korea Selatan memberitakan bahwa setelah Kim Jong-un ditunjuk oleh ayahnya sebagai penggantinya, kroni Kim Jong-un sudah mulai merancang untuk ‘menghilangkan jejak’ Kim Jong-nam. Rencana tersebut sempat terkatung-katung karena takut menyinggung PKT yang memberikan perlindungan terhadap Kim Jong-nam. (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular