Oleh Shi Xuan

Pihak berwenang Malaysia pada Selasa (21/2/2017) mengumumkan hasil otopsi jenasah Kim Jong-nam yang menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak meninggal dunia karena serangan jantung. Di tubuhnya tidak ditemukan bekas suntikan atau bekas luka.

Pejabat dalam penyampaiannya mengaku sulit untuk menetapkan apakah Kim Jong-nam mati akibat diracun.

Menteri Kesehatan Malaysia Noor Hisham Abdullah dalam konferensi pers pada Selasa (21/2/2017) itu menyebutkan, di saat terakhir itu, Kim Jong-nam tidak mengalami serangan jantung, juga tidak ditemukan bekas luka oleh jarum suntikan pada bagian kulit Kim. Namun demikian,  menteri tidak mengabaikan kemungkinan racun menjadi penyebab kematiannya.

“Kita perlu melakukan konfirmasi dengan laboratorium sebelum membuat pernyataan yang meyakinkan,” katanya.

Menurutnya sampel yang diambil dari ruang otopsi lalu dikirim ke laboratorium untuk mendapatkan hasil analisa mereka, untuk memastikan identitas pelaku serta menetapkan siapa yang merupakan kerabat dekat korban. Tetapi sampai saat ini, keluarga dekat dari Kim Jong-nam belum muncul di rumah sakit untuk mengidentifikasi jenasah  dan melakukan tes DNA.

Laboratorium akan menganalisa sampel yang diterima dari ruang otopsi apakah mengandung racun. Tetapi hasilnya belum keluar.

Apakah korban tersebut adalah Kim Jong-nam, Noor Hisham Abdullah mengatakan, sidik jari, sampel DNA dan informasi gigi korban sudah terkumpul, tetapi belum ada orang yang datang mengaku sebagai keluarga dekat korban, jadi pencocokan DNA belum bisa dilakukan.

Jenasah Kim Jong-nam sampai sekarang masih disimpan di ruang jenasah sebuah rumah sakit di Kuala Lumpur dan mendapatkan penjagaan yang ketat dari pihak kepolisian Malaysia.   Selasa (21/2/2017)  pagi, sebuah kendaraan berlapis baja masuk ke dalam halaman rumah sakit dengan diikuti oleh sejumlah kendaraan lainnya.

Sebelumnya, sejumlah kalangan menduga bahwa putra sulung korban, Kim Han-sol sudah tiba di Malaysia untuk keperluan identifikasi jenasah.

Banyak media Malaysia melaporkan bahwa putra korban sudah datang dari Macau ke Malaysia pada Senin malam. namun, tidak ada laporan resmi dari pemerintah.

Kematian yang tiba-tiba dari Kim Jong-nam sempat menimbulkan gesekan diplomatik kedua negara. Duta Besar Korut meminta Malaysia menyerahkan jenasah Kim Jong-nam yang ditolak oleh Malaysia. Malaysia berharap mendapatkan  konfirmasi identitas melalui tes DNA terlebih dahulu baru menyelesaikan masalah serah terima jenasah.

Duta Besar Korut untuk Malaysia, Kang Chol sebelumnya juga meminta pemerintah Malaysia mengijinkan pihak Korut untuk ikut mengambil bagian dalam penyelidikan kasus.

“Hasil penyelidikan pihak Malaysia kurang bisa dipercaya,” katanya.

Perdana Menteri Malaysia, Nazib Razak mengatakan bahwa Korut tidak ada alasan untuk mencoreng muka Malaysia dengan mengeluarkan pernyataan seperti itu. Ia sendiri mengaku bahwa dirinya yakin sepenuhnya dengan objektivitas penyelidikan dari pihak berwenang Malaysia.

Kim Jong-nam pada 13 Februari mengalami serangan yang mematikan dari 2 orang wanita ketika berada di Bandara Kuala Lumpur. Sampai sekarang, sudah ada 4 orang tersangka yang ditahan polisi dan masih melakukan pengejaran terhadap beberapa tersangka lainnya. (erabaru.net/sinatra/rmat)

Share

Video Popular