Sebuah pepatah kuno mengatakan, “Kepahlawanan seseorang dibentuk sejak usia muda.”

Para muda mudi yang datang dari 15 negara dan wilayah di dunia mengayuh sepeda berangkat dari pantai barat Los Angeles menuju ibukota Washington DC yang terletak di wilayah timur AS.

Mereka menempuh perjalanan sejauh 3.000 mil, bermalam di dalam kemah yang mereka bawa sendiri, melalui sejumlah bukit, padang pasir dan padang rumput yang luas, tepian danau besar dan kecil serta melewati 19 kota.

Mereka yang tergabung dalam tim pengayuh sepeda ‘Ride to Freedom’ ini ada 26 orang muda mudi yang berasal dari 15 negara, yaitu Tiongkok, Amerika, Jerman, Prancis, Austria, India, Amerika Latin, Rusia, Aegentina, Iran, Uni Emirad Arab, Hungaria, Singapura dan lainnya. Mereka itu berusia antara 11 hingga 21 tahun.

Para muda mudi yang penuh semangat untuk menyelesaikan tantangan bersepeda sejauh 3.000 mil tersebut bergerak dari Los Angeles pada 1 Juni 2015. dan tiba di ibukota AS, Washington DC pada 16 Juli setelah menempuh 45 hari menggenjot sepeda secara bergantian.

Wakil Kongres ke 48 California, Dana Rohrabacher (berjas biru), Wakil Kongres ke 2 Texas, Ted Poe foto bersama para anggota ‘Ride to Freedom’ (internet)

Ke 26 orang muda mudi tersebut dibagi ke dalam 3 kelompok yang masing-masing mengayuh sepeda selama 2 jam, lalu digantikan kelompok lainnya dengan waktu yang sama.

Mereka tidak berhenti berjalan meskipun hujan dan angin datang menghadang. Apa yang membuat anak-anak muda itu tetap bersemangat mengatasi segala macam rintangan yang sulit dapat dibayangkan, sehingga tidak lekang menghadapi situasi yang belum pernah mereka jumpai seumur hidup ?

Hanya satu ini misi mereka, yaitu menghimbau dunia untuk memberikan perhatian terhadap penindasan yang dilakukan PKT kepada praktisi Falun Gong di Tiongkok dan putra putri mereka yang menjadi yatim piatu karenanya. Misi juga berharap untuk menyelamatkan kelima orang anak yatim yang perlu segera ditolong ke Amerika.

Annie Chen sedang memperkenalkan tim ‘Ride to Freedom’ kepada anggota DPRD Illinois.

Annie Chen, gadis berusia 19 tahun yang diangkat sebagai kapten oleh tim ini datang dari Michigan. Ia mengatakan, “Kegiatan kita adalah mengyuh sepeda dari Los Angeles ke Washington DC yang jaraknya sekitar 3.000 mil. Kita bukan para pengayuh sepeda profesional, tetapi kami semua percaya kebebasan beragama perlu dipertahankan, oleh karena itu kita ingin berkontribusi agar penindasan yang masih terjadi di Tiongkok saat ini dapat segera dihentikan”.

Meskipun di lengan Annie terdapat beberapa luka baru dan lama akibat jatuh dari sepeda atau tergores sesuatu, tetapi wajahnya tetap ceriah.

“Sejak kecil saya sudah mendengar Falun Gong dianiaya di Tiongkok, namun masih banyak masyarakat yang tidak mengerti dan memahami penganiayaan yang terjadi. Saya sangat gembira dapat menemui kesempatan baik ini, sebagai seorang pemudi yang masuk ke mari, saya ingin mengubah situasi tidak baik ini, agar kelak tak ada satu pun anak yang harus takut untuk menyampaikan keyakinan mereka secara terbuka, tidak satu pun anak diperlakukan seperti terpidana hanya gara-gara mereka menganut sebuah aliran kepercayaan. Saya berharap penindasan dapat segera dihentikan,” katanya.

Annie menambahkan bahwa mereka mendapat banyak dukungan semangat dari masyarakat yang berada di sepanjang perjalanan yang dilewati. Mereka pun berprihatin terhadap kondisi yang dialami oleh praktisi Falun Gong di Tiongkok. (Sinatra/rmat)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular