Hasil tes masuk perguruan tinggi baru-baru ini telah dirilis, dan pastinya ada yang bersuka cita juga ada yang bermuram durja.

Namun, seorang mahasiswi dari Tainan, Taiwan, bernama Huang Qian-ci, yang jelas-jelas sudah lulus di Fakultas Kedokteran Universitas Nasional Taiwan, justru masih ingin sekali lagi mengikuti ujian masuk universitas, untuk mendapatkan nilai terbaik.

Sejak kecil Huang Qianci hidup dalam lingkungan keluarga yang serba kekurangan. Ayahnya bekerja sebagai buruh kasar, dan pekerjaan yang berhubungan dengan orang-orang mati untuk menghidupi keluarga.

Namun, karena selalu mengangkat benda-benda berat sepanjang tahun hingga menyebabkan tulang belakang semakin rapuh, dan sekarang hanya bisa istirahat dulu di rumah.

Karena penghasilan keluarga berkurang sejak ayahnya istirahat sakit, sehingga memaksa ibunya memikul beban berat untuk menghidupi keluarga.

Ibunya adalah imigran Vietnam, pagi hari kerja di pabrik helm sebagai pekerja lepas, malamnya kerja lagi sebagai pencuci piring di warung makanan ringan, setiap hari banting tulang  hingga larut baru pulang istirahat.

Melihat orang tuanya setiap hari banting tulang seperti itu, Huang Qianci bertekad lebih tekun belajar, membantu keluarga keluar dari jurang kemiskinan. Sejak di SD Huang Qianci selalu menduduki ranking pertama, dan ketika bersekolah di National Tainan Girls’ Senior High School, Taiwan, ia juga menduduki 1% peringkat terdepan dari seluruh sekolah, Ia terus belajar dengan tekun tanpa kendur sedikitpun.

Desember tahun lalu, Huang Qianci berhasil lulus di Fakultas Kedokteran Universitas Nasional Taiwan, dan merupakan jumlah satu-satunya di seantero Taiwan. Saluran khusus untuk masuk ke Universitas tersebut terutama ditujukan untuk keluarga berpenghasilan rendah, keluarga dengan kondisi khusus, dan juga khusus diperuntukkan pada anak-anak warga baru.

Tapi demi membuktikan dirinya diterima di Universitas Nasional Taiwan itu bukan mengandalkan saluran khusus seperti tersebut di atas, Huang Qianci lalu memutuskan untuk ikut tes kelulusan sekali lagi. Bahkan ia meminta pihak sekolah untuk tidak mengumumkan kelulusannya itu, dan hasilnya ia mendapatka nilai A yang memuaskan.

Dengan gembira ia mengatakan, “Mendafarkan diri untuk ikut ujian terutama agar hati saya tenang (lulus wajar dengan usaha sendiri), sekaligus membuktikan bahwa ia memiliki kapasitas seperti itu, bukan diterima Universitas karena mengandalkan saluran tertentu. Ia memilih fakultas kedokteran di NTU karena hobinya di bidang terkait, juga untuk memperbaiki ekonomi keluarga, kelak akan lebih serius lagi belajar, menamatkan kuliah kedokteran di Universitas Nasional Taiwan.”

Namun, keluarga Huang mulai khawatir dengan biaya hidup dan kuliahnya setelah mendengar berita itu, pihak sekolah National Tainan Girls’ Senior High School menyadari dengan kesulitan yang dihadapi keluarga Huang, kemudian menyediakan 200,000 NTD atau sekitar Rp. 85 juta untuk Huang Qianci.

Apalagi ada seseorang yang baik hati bersedia menanggung semua biaya kuliah Huang, dan keluarga Huang sangat berterima kasih atas semua bantuan dan perhatian untuk keluarga mereka!

National Tainan Girls’ Senior High School Tainan mengatakan, “Jika itu tidak cukup, pihak sekolah bersedia membantu menggalang dana, agar Huang Qianci bisa konsentrasi pada kuliahnya, tanpa dibebani dengan masalah biaya.”

Syukurlah, perjuangan kerasnya selama ini akhirnya mendapat balasan baik. Ayah-ibu pasti akan bangga padamu. (erabaru.net/joni/rmat)

Share

Video Popular