Kuda memiliki hubungan yang panjang dengan manusia, yaitu sejak awal peradaban manusia. Kuda-kuda pertama dijinakkan sekitar 4.000 tahun yang lalu, di wilayah Mongolia, meskipun tidak diketahui kapan pastinya. Pada saat itu, sebagian besar pekerjaan di bidang peternakan dilakukan oleh sapi.

Namun, kuda lebih cepat dalam melakukan pekerjaan yang sama. Kuda juga digunakan untuk transportasi, karena kuda dapat melakukan perjalanan lebih jauh daripada manusia yang berjalan kaki. Kuda juga membantu manusia di medan perang, karena menambah manfaat pada armada perang dibandingkan hanya terdiri dari prajurit saja.

Kuda juga merupakan sahabat yang menyenangkan bagi manusia. Kuda terbukti memiliki sejarah untuk terapi, yang cukup bermakna. Orang Yunani pertama kali menemukan kuda berfungsi sebagai terapi pada tahun 600 SM. Kemudian pada tahun 1875, dokter Perancis Cassaign menyimpulkan bahwa terapi dengan bantuan kuda menyembuhkan beberapa jenis gangguan saraf.

Sekarang terapi dengan bantuan kuda telah digunakan untuk mengobati gangguan psikologis, dari autisme sampai kecanduan, depresi, atau bahkan gangguan stres pasca trauma pada tentara yang menderita trauma.

Terapi kuda terdiri dari interaksi yang berbeda antara pasien dan kuda, yaitu mencakup kegiatan seperti memberi makan kuda, merawat kuda, membelai kepala kuda, telinga dan leher kuda dengan tangan atau memimpin kuda. Kegiatan ini dipantau oleh seorang psikolog, yang sering disertai oleh seorang ahli kuda. Selama dan setelah kegiatan di mana pasien bekerja dengan kuda, terapis kuda dapat mengamati dan berbicara dengan pasien, untuk mengenali pola perilaku, pikiran dan emosi si pasien.

Terapi kuda juga memberi manfaat yang luar biasa bagi penyandang cacat, secara mental atau fisik. Sayangnya, sebagian besar dari kita tidak punya waktu, atau akses yang memadai dengan kuda.(NTDTV/Vivi)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular