Ikan lumba-lumba dikatakan memiliki banyak sifat-sifat yang sama seperti manusia misalnya reaksi terhadap racun.

Sebuah kamera tersembunyi merekam seekor lumba-lumba yang sedang ‘mabuk’ akibat mengigit seekor ikan buntal atau pufferfish di perairan Afrika Tenggara.

Melalui sebuah video yang difilmkan untuk program Discovery Channel telah menunjukkan hewan-hewan laut ini sedang berguling dengan mata tertutup seolah-olah mereka merasakan sesuatu yang sangat nikmat.

Ketika  lumba-lumba dilihat mengambang di bawah permukaan air, seperti terpesona dengan pantulan mereka sendiri.

Meskipun dosis besar neurotoxinthe yang dihasilkan oleh ikan buntal mematikan dengan kekuatan 100 kali lebih kuat daripada sianida – dalam jumlah yang kecil itu dapat menghasilkan efek narkotika.

Sebelum melepaskan racunya, ikan lumba-lumba bottlenose terlihat mengejar ikan buntal di sepanjang dasar laut.

Dalam upaya untuk melarikan diri dari serangan, rekaman menunjukkan ikan tersebut segera mengubah bentuknya menjadi bentuk bola.

Ikan lumba-lumba yang suka bermain kemudian menyambar ikan tersebut menggunakan gigi dan untuk memegangnya sehingga akhirnya menyebabkan racun ikan itu terpecah.

Ikan lumba-lumba tersebut kemudian dilihat mabuk  dan hanyut dengan dunia mereka sendiri dan dalam waktu bersamaa ikan buntal  mengambil kesempatan itu untuk melarikan diri.

Rekaman, dari Dolphins: Spy di Pod, telah diambil oleh pembuat film satwa liar John Downer yang sebelumnya telah menggunakan kamera tersembunyi untuk membawa rahasia koloni penguin ke layar televisi.

Downer menciptakan kamera bawah air untuk menyamar sebagai cumi, tuna dan juga ikan lumba-lumba.

Zoologi dan produser film  Rob Pilley mengatakan bahwa ini adalah kali pertama ikan lumba-lumba difilmkan ketika berperilaku seperti itu.

Film  ini disiarkan di Discovery Channel, menindaklanjuti keberhasilan Penguins: Spy dalam Huddle, yang menggunakan takhnik sama yaitu dengan menggunakan kamera tertutup, produser film dokumenter Downer tidak sabar untuk menciptakan berbagai kamera yang bisa menyamar sebagai makhluk laut untuk memperlihatkan kepada penonton kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh spesies favorit mereka.

Sebanyak 900 jam rekaman asli telah dikumpulkan dalam 12 bulan dari berbagai lokasi termasuk Amerika, Coasta Rica, Afrika Selatan, Argentina dan Australia. Rekaman film  ikan buntal  diambil  di perairan dekat Mozambik.

Selain itu, kru film juga menyelam sekitar 1.500 kali, telah menghabiskan hampir 3.000 jam untuk syuting di dalam laut dalam semua jenis cuaca. (Erabaru.my/Yant)

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds