- Erabaru - http://m.erabaru.net -

AS Tak Akan Tawarkan Perundingan dengan Korut

Rabu (19/4/2017) lalu, kepada CNN dan surat kabar “Washington Post” Wakil Presiden AS Mike Pence menyatakan, Amerika tidak akan menawarkan perundingan kepada Korea Utara, pada saat ini, AS tidak akan bernegosiasi secara langsung dengan negara preman Asia ini.

“Saya berpendapat jalan untuk berunding dengan Korut selama 25 tahun ini selalu berakhir dengan kegagalan besar. Kami percaya, lewat perundingan dan dialog dengan negara lain selain Korut, kami mungkin masih dapat memberlakukan tekanan diplomatik dan ekonomi terhadap Korut, memaksa Korut agar melepaskan ambisi nuklir dan rencana rudal balistiknya,” ungkap Pence kepada “Washington Post”.

“Satu-satunya yang ingin kita dengar dari pihak Korut adalah, mereka sedang mengakhiri dan menghancurkan senjata nuklirnya serta menghentikan rencana rudal balistiknya,” tandas Pence dalam wawancara independen dengan CNN.

Semua Dialog dan Perundingan Selalu Gagal

Surat kabar “Washington Post” memberitakan, menurut Pence, Korea Utara telah melanggar kesepakatan yang telah dibuatnya dengan pemerintah Clinton pada 1994 silam. Ia juga melanggar kesepakatan perlucutan nuklir hasil perundingan dengan Presiden Bush pada 2005.

“Semua perundingan dan dialog itu telah gagal, gagal total. Sekarang sudah waktunya untuk menempuh cara baru,” kata Pence.

Selanjutnya Pence mengakui, jika Korut tidak melepaskan rencana senjata nuklir, AS tidak akan bersedia berunding dengannya, malah mungkin perlu ditempuh aksi militer terhadap Korea Utara.

“Ketika presiden (Trump) mengatakan semua pilihan ada di atas meja, itu berarti semua pilihan benar-benar sudah ada di atas meja. Selain itu kita sedang berupaya membuat masyarakat dunia benar-benar menyadari, kami akan menempuh suatu cara atau cara lain untuk mewujudkan perlucutan nuklir di Semenanjung Korea,” ungkap Pence.

Baru-baru ini Korut telah melakukan sedikitnya lima kali uji coba rudal, rudal terakhir yang diluncurkan akhir pekan lalu telah gagal. Senin lalu (19/04) disaat berkunjung ke zona non-militer di perbatasan Korsel-Korut.

“Era ‘kesabaran strategis’ terhadap Korea Utara telah berakhir,” kata Pence.

AS Pertimbangkan Masukkan Korut dalam Daftar Negara Pendukung Teroris

Di hari yang sama, Menlu AS Rex Tillerson menyatakan, AS sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk kembali memasukkan Korea Utara ke dalam daftar negara pendukung terorisme.

DPR-AS awal bulan ini menyetujui undang-undang yang memerintahkan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan apakah Korut termasuk negara pendukung paham terorisme. Selain itu Kongres juga menyetujui resolusi yang mengecam Korut mengembangkan rudal balistik antar benua, mengecam Korut telah melanggar langkah Dewan Keamanan PBB.

Sebagai bagian dari kesepakatan rencana pengurangan senjata nuklir dengan mantan Presiden Bush, di tahun 2008 Korea Utara telah dihapus dari daftar negara pendukung terorisme.

Jika Korut kembali dimasukkan ke dalam daftar negara pendukung terorisme, Amerika akan memberlakukan sanksi finansial terhadap Korut, juga berbagai pembatasan bantuan dari luar negeri, dan larangan ekspor serta pembelian alutsista (alat utama sistem pertahanan).

Saat ini Kemenlu AS telah menetapkan Iran, Sudan dan Suriah sebagai negara teroris. (dajiyuan/sud/whs/rmat)