Oleh: Mo Li

Sekelompok musisi asal Denmark menjadikan aquasonik mereka sebagai panggung music. Mereka mamainkan alat musik yang unik atau bernyanyi di dalam air, mempertunjukkan musik dengan rupa yang unik di dunia bawah air.

Band yang bernama Between Music ini beranggotakan 5 orang, mereka memainkan biola, harpa, drum dan crystallophone dan alat musik lainnya, atau bernyanyi dengan melodi yang indah. Mereka memainkan biola dari serat karbon dan Crystallophone yang terinspirasi dari instrumen harmonika kaca karya Benjamin Franklin.

Members of the Between Music band, perform with custom-made instruments in a glass water tank during a rehearsal ahead of the AquaSonic underwater concert on April 19, 2017 in Aarhus, Denmark.
The AquaSonic underwater concert takes the audience on a unique and fascinating voyage into uncharted territory. The work presents five performers who submerge themselves in glass water tanks to play custom-made instruments and sing entirely underwater. Transformed inside these darkly glittering, aquatic chambers, they produce compositions that are both eerily melodic and powerfully resonant. / AFP PHOTO / Jonathan NACKSTRAND

Instrumen yang terdiri dari mangkok kaca dengan ukuran berbeda-beda yang disusun vertikal ini, prinsipnya mirip dengan atraksi menggosok-gosokan jari ke bibir gelas sehingga mengeluarkan bunyi.

Karena gesekan di dalam air dan kecepatan suara berbeda dengan kondisi di udara, sehingga alat musik umumnya tidak dapat dimainkan dalam air.

Band tersebut secara khusus membuat alat musik yang disesuaikan sehingga bisa mengeluarkan nada di dalam air dan suara yang jelas melalui mikrofon yang dapat digunakan dalam air.

Seorang personil grup band Between Music, memainkan custom drum di dalam tangki air pada pertunjukan musik bawah air AquaSonic di Aarhus, Denmark, 19 April 2017.

Dalam hal konser, Laila Skovmand menempati beberapa jabatan dalam band sebagai sutradara artistik, penulis musik dan lirik, hingga vokalis. Awalnya hasil suara yang keluar hanya berupa gelembung air, sehingga tidak bisa menghasilkan suara seperti di udara.

Setelah banyak percobaan yang gagal, Laila akhirnya mencoba dengan teknik menahan gelembung udara di mulutnya dan bernyanyi dengan itu saat dia di dalam air. namun, ia harus naik ke permukaan sekali setiap menit untuk menghirup udara segar dan mulai dengan gelembung baru.

Banyak pembatasan dalam pembuatan alat musik saat memainkannya di dalam air, tampak dalam gambar di atas beberapa alat musik khusus dari band between music. (Jonathan NACKSTRAND / AFP)

Selain itu, anggota band ini juga harus menjalani latihan menyelam, berlatih menahan  dan mengambil napas, karena mereka tidak dilengkapi dengan peralatan untuk membantu mereka bernapas saat konser.

Dalam rangka pertnjukan konser di bawah air, para musisi between music ini telah menjalani latihan yang panjang. Selama konser, lima pemain akan menggunakan headphone waterproof dalam telingan untuk membantu mereka melakukan sinkronisasi dalam akuarium yang berisi air.

Mengingat proyek yang mereka kerjakan ini terbilang eksperimental, musik yang dihasilkan jauh dari easy listening. Musik mereka cenderung atmosferis, membangun suasana yang magis, dingin, dan misterius. Lihat saja video trailer mereka di atas. (Epochtimes/jhoni/rp)

Share

Video Popular