Erabaru.net. Untuk pertama kalinya, para ilmuwan berhasil menghilangkan virus HIV yang berkembang di binatang hidup dengan menggunakan teknik editing gen.

Tiga kelompok tikus yang terinfeksi dengan virus, yang pertama terinfeksi virus HIV-1, kedua EcoHIV (virus versi tikus), dan yang ketiga virus “model manusiawi” yang ditanam dalam sel-T manusia dimana HIV cenderung menyembunyikan diri dan tidak dapat dideteksi.

Peneliti AS membuat terobosan penghapusan DNA HIV dari sel manusia yang ditanamkan ke tikus.

(Foto: Getty)

Penemuan ini dapat membuka jalan bagi penyembuhan penyakit akibat virus HIV, karena ini adalah pertama kalinya ilmuwan berhasil menghilangkan virus sepenuhnya.

Dr. Wenhui Hu, pemimpin penelitian di Sekolah Kedokteran Lewis Katz, berkata :

“Studi baru kita lebih komprehensif. Kita telah mengkonfirmasi data dari penelitian sebelumnya dan telah membuat perbaikan dengan merubahnya menjadi strategi editing gen yang lebih efisien.

Kami juga menunjukkan bahwa strategi ini ampuh diterapkan pada dua model tambahan tikus, salah satunya mewakili infeksi akut pada sel tikus, sedangkan tikus lain mewakili infeksi kronis atau laten pada sel manusia.”

Teknik editing DNA, bernama CRISPR / Cas9, bekerja seperti versi biologi dari fungsi  “find and replace” pada program pengolah kata di komputer.

(Foto : Public Domain)

Saat meneliti kelompok pertama, para ilmuwan menonaktifkan HIV-1 secara genetis, dengan mengurangi ekspresi gen pada virus hingga 95 persen.

Kelompok kedua dengan EcoHIV, dinilai lebih menantang karena virus cenderung menyebar dan mampu menggandakan diri dengan cepat.

Walaupun demikian, strategi ini mampu mengeliminasi 96% virus EcoHIV dari tikus.

Sedangkan pada kelompok terakhir, yang mana tikus ‘membawa virus HIV yang tersembunyi di dalam genom sel T manusia, dimana virus tak dapat terdeteksi’. Para ilmuwan terlebih dahulu menncoba menghilangkan fragmen virus dari sel manusia yang tertanam pada jaringan tikus.

(Foto : Pixabay)

Tahap selanjutnya dari penelitian kelompok ketiga ini akan diulang kembali dalam spesies primata dimana DNA-nya lebih mirip dengan manusia, sehingga mudah mendeteksi apakah virus DNA HIV-1 masih bisa dieliminasi dari sel T dan tempat-tempat lainnya yang terinfeksi secara laten.

Kemudian, setelah melalui pengujian lebih lanjut, akan diuji cobakan langsung kepada sel manusia.

Penelitian baru ini menandakan suatu langkah besar untuk penyembuhan permanen bagi penderita penyakit yang disebabkan oleh virus HIV.( unilad.co.uk/Intan)

Share
Tag: Kategori: SAINS SAINS NEWS

Video Popular