Oleh: Lin Yan

“Bumi adalah tempat yang berbahaya, sebaiknya cepatlah kembali ke Mars.”  Ini adalah dialog lucu dalam film, tapi ilmuwan sekarang juga telah mencetuskan pandangan yang sama.

November tahun lalu, fisikawan terkenal Stephen Hawking pernah memberi tenggat waktu. Hawking mengatakan manusia harus meninggalkan bumi dalam kurun 1.000 tahun ke depan. Tapi sekarang, Hawking merevisi pernyataannya sendiri yang menyebut bahwa manusia hanya memiliki waktu 100 tahun sebelum binasa dalam sebuah kepunahan massal.

Menurut profesor berusia 74 tahun di University of Cambridge ini, waktu bagi kita untuk tinggal di planet biru ternyata lebih sempit lagi. Ia mengatakan, manusia harus meninggalkan Bumi dalam waktu 100 tahun sebelum menghadapi kepunahan.

Pernyataan tersebut diungkapkannya dalam sebuah film dokumenter baru berjudul ‘Expedition New Earth’ atau ekspedisi mencari dunia baru, yang akan disiarkan oleh BBC.

Dalam program tersebut, Hawking berbicara tentang cara meninggalkan bumi, dan bagaimana untuk bertahan hidup di planet lain. Hawking berbicara tentang biologi, astronomi, teknologi roket hingga hibernasi pada manusia dan isu lainnya.

Hawking menghimbau umat manusia sebaiknya membentuk koloni di bulan atau planet lain, dan harus menemukan tempat hunian di Mars.

“Mars adalah planet berikutnya sebagai tempat migrasi umat manusia,” kata Hawking.

Menurutnya manusia akan menghadapi ancaman kepunahan bresar-besaran jika masih tetap tinggal di bumi.

Hawking mengatakan bahwa perubahan iklim, serangan asteroid, kecerdasan buatan, serta wabah penyakit adalah ancaman yang nyata bagi umat manusia.

Meskipun kemungkinan bencana terhadap planet Bumi pada tahun tertentu cukup rendah, tetapi bertambah dari waktu ke waktu.

“Sehingga mendekati kepastian kepunahan dalam seribu atau sepuluh ribu tahun ke depan,” kata Hawking saat ceramah pada bulan Januari lalu.

Pada saat itu kita harus menyebar ke luar angkasa, dan bintang lainnya, sehingga bencana di Bumi tidak akan menjadi akhir bagi umat manusia.

Hawking mengatakan bahwa koloni ini akan menjadi asuransi terhadap ancaman kepunahan manusia.

“Kita harus berpindah ke angkasa luar demi masa depan umat manusia. Saya tak yakin kita akan bertahan dalam kurun waktu 1.000 tahun tanpa melarikan diri dari planet yang rapuh ini. Ancaman lain datang dari kecerdasan buatan (artificial intelligence), ketika mesin-mesin bangkit dan menyusul manusia dalam persaingan evolusioner,” kata hawking dalam pidatonya di Oxford University, November tahun lalu. (Jhony/rp)

Sumber: Epochtimes

Share

Video Popular