Erabaru.net. Ilmuwan AS mengklaim berhasil mengembangkan alat kelamin laki-laki buatan di laboratorium. Hasil penelitian ini dipercaya bisa membantu para lelaki yang memiliki alat kelamin abnormal.

Diperkirakan dalam waktu lima tahun akan diujicobakan pada tubuh manusia. Dokter setempat mengatakan penis buatan ini dapat mengembalikan sebagian besar fungsi terkait bagi penderita yang bermasalah, namun, faktor psikologis pada pasien dengan disfungsi ereksi, mungkin tidak dapat diselesaikan hanya dengan cara “pemasangan organ baru”.

Seperti yg dikutip dari Guardian, tim yg dipimpin oleh Anthony Atala dari Wake Forest Institute for Regenerative Medicine di North Carolina ini telah membuat penis tersebut dan ditransplantasikan ke 12 kelinci jantan pada 6 tahun lalu.

“Hasilnya ditemukan delapan dari kelinci itu berejakulasi. Sementara empat lainnya melahirkan keturunan. Meningkatkan pengujian penis kelinci ke pengujian penis manusia telah menjadi tantangan besar,” kata Atala kepada Guardian.

Tim akan meminta persetujuan dari US Food and Drug Administration (USDA) untuk melakukan tes pada manusia, dan dalam lima tahun ke depan akan diujicobakan pada manusia.

Tidak cocok untuk operasi ganti kelamin

Penis buatan ini ditumbuhkan di laboratorium dengan sel pasien itu sendiri. Tujuannya tentu agar organ baru tersebut tidak ditolak oleh tubuh. Para peneliti membutuhkan waktu selama empat hingga enam minggu untuk membuat penis yang sempurna di laboratorium.

“Penis-penis tersebut dirancang untuk bekerja bagi orang-orang yang telah kehilangan mereka karena cacat lahir, pengobatan kanker, atau cedera. Penis ini bisa tumbuh dengan menggunakan sel dari tubuh pasien itu sendiri, untuk menghindari resiko penolakan imunitas setelah transplantasi berlangsung,” ujar Prof. Anthony Atala, pimpinan dari institute tersebut.

Organ vital yang berhasil ditumbuhkan tim Atala

Kandung kemih : Pada 1999 silam, untuk pertama kalinya berhasil membuat kandung kemih buatan dan ditransplantasikan ke tubuh manusia.

Uretra : Uretra buatan berhasil dikembangkan dan ditransplantasikan untuk pertama kalinya kepada 5 bocah laki-laki pada 2004, uretra ini membantu membentuk kembali penis mereka. Selain itu, tim medis juga sedang mengembangkan 30 jenis jaringan dan organ yang berbeda dengan printer 3D, meliputi ginjal, hati, jantung dan jaringan paru-paru.

Vagina : Pada 2005 lalu, untuk pertama kalinya berhasil dikembangkan vagina buatan dan telah ditanamkan pada empat pasien remaja yang menderita Mayer Rokitansky Kuster Hauser (MRKH). Sebuah kondisi di mana wanita terlahir tidak memiliki vagina dan rahim. Delapan tahun kemudian,  fungsi vagina keempat remaja itu berjalan normal.  (jhoni/rp)

Sumber: Apple daily

Share

Video Popular