Sotong  dan cumi mempunyai cara yang cerdas dalam menyamarkan keberadaannya, mencakup mengubah pola dan tekstur kulitnya menyerupai batu karang di mana mereka bersembunyi. Sotong dapat membuat dirinya  menyerupai binatang lain. Cumi yang berada di perairan terbuka memerlukan cara untuk bersembunyi dari pemangsanya, oleh karena itu dengan cepat cumi berubah warna dan pola pada kulitnya.

Ribuan sel warna yang disebut kromatofor yang berada tepat di bawah kulit bertanggung jawab atas transformasi yang luar biasa ini. Pusat masing-masing kromatofor mengandung kantung elastis penuh pigmen, hampir  seperti balon kecil, yang mungkin berwarna hitam, coklat, oranye, merah atau kuning.

Pigmen di kulit seperti gelembug air kecil yang melebar dan berkontraksi, memungkinkan cumi untuk menyalakan yang tampak seperti pertunjukan cahaya di atas tubuh mereka. (Foto: KQED)

Jika Anda meremas balon berisi zat warna, warna akan didorong ke atas, merentangkan permukaan dan membuat warnanya tampak lebih terang – dan ini adalah cara kerja kromatofor yang sama. Serangkaian saraf dan otot yang kompleks mengendalikan apakah kantung itu meluas atau berkontraksi dan, bila kantung itu mengembang, warnanya lebih terlihat. Selain kromatofor, beberapa cephalopoda juga memiliki iridophores dan leucophores. Iridophores memiliki tumpukan piring pemantul yang menciptakan warna hijau, biru muda, perak dan emas, sementara leucophores hanya memantulkan  warna lingkungan sekitarnya, membuat hewan itu tidak terlihat.
Alasan paling jelas hewan bertubuh lunak seperti mereka untuk berubah warna adalah bersembunyi dari predator – dan sotong sangat pintar dalam hal ini.

Mereka tidak hanya bisa mengubah warnanya, tapi juga tekstur kulitnya agar sesuai dengan batu, karang dan benda-benda lain di sekitarnya. Mereka melakukan ini dengan mengendalikan ukuran proyeksi pada kulit mereka (disebut papila), menciptakan tekstur mulai dari benjolan kecil hingga besar. Hasilnya adalah penyamaran yang membuat mereka hampir tak terlihat; Bisakah kamu melihat sotong di video di atas? Perubahan warna hanyalah satu alat dalam persenjataan pertahanan sotong ; Bisa juga menyemprotkan tinta, dan melakukan pelarian cepat melalui lubang mana pun untuk tersembunyi.(NTDTV/Vivi)

Sotong memiliki salah satu mekanisme yang paling dramatis dan indah untuk menghindari predator. (Foto: KQED)

Share

Video Popular