Erabaru.net.  Misteri telur dinosaurus terbesar di dunia akhirnya terpecahkan, dan bayi fosil dinosaurus yang terkenal pun sekarang  telah memiliki keluarga. Fosil embrio dinosaurus “Bayi Louie” yang berada dalam sebuah telur pertama kali ditemukan pada awal 1990-an, tetapi dijelaskan secara tidak formal pada saat itu.

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan oleh Nature Communications, ahli paleontologi dinosaurus Darla Zelenitsky dari Universitas Calgary dan teman penulisnya mengidentifikasi spesies bayi louie sebagai cikal bakal spesies Oviraptorosaurus baru, Beibeilongsinensis, yang hidup di Tengah -Timur Tiongkok 90 juta tahun yang lalu selama periode Cretaceous Akhir.

Fosil bayi louie akan tumbuh sebagai dinosaurus raksasa

Fosil bayi louie ditemukan pada tahun 1993 di bebatuan bagian barat Provinsi Henan, Tiongkok. Pada saat itu, puluhan ribu telur dinosaurus sedang dikumpulkan oleh petani lokal, kemudian dijual dan diekspor ke negara-negara lain. Banyak telur, seperti bayi Louie, berakhir di Amerika Serikat di mana ia akhirnya dijual ke Museum di Indianapolis pada tahun 2001.

Zelenitsky dan rekannya Philip Currie dan Kenneth Carpenter pertama mulai memeriksa bayi Louie (julukan tersebut diberikan oleh Charlie Magovern, yang pertama membongkar fosil tersebut setelah datang ke Amerika Serikat) tidak lama setelah tiba di Amerika Serikat.

Mereka melihat telur dalam kerangka embrio tampak mirip dengan Oviraptorosaurus, sekelompok dinosaurus pemakan daging yang terlihat seperti kasuari, tetapi telur yang terlalu besar sulit dipercaya sebagai hasil pembuahan spesies Dinosaurus tersebut pada masa itu.

Gambar kanan menunjukkan skema lokasi perkiraan keberadaan telur. Telur ke – 1 sampai 4 berada di lapisan atas tepat di bawah tulang, sedangkan telur ke – 5 di lapisan bawah tulang. Skala bar dalam satuan sentimeter. (Gambar:Nature Communications )

Zelenitsky, yang merupakan asisten profesor di Departemen Geoscience, mengatakan :  “Meskipun identitas embrio dinosaurus tidak dapat ditentukan, saya telah mengakui bahwa itu adalah telur besar di sarang milik sebuah Oviraptorosaurus, berdasarkan karakteristik cangkangnya. Ini berarti bahwa induk  bayi Louie, pasti benar-benar seekor dinosaurus raksasa, jauh lebih besar daripada spesies Oviraptorosaurus yang telah diketahui pada saat itu. Dengan tidak adanya identitas formal, spesies ini  dikenal sebagai baby Louie.”

Seiring dengan munculnya embrio dinosaurus, fosil bayi Louie berisi antara enam dan delapan telur yang sangat besar. Telur-telur raksasa ini diberi nama ilmiah mereka sendiri, Macroelongatoolithus, berarti telur besar yang memanjang seperti batu.

Foto. (b) Skema garis besar menunjukkan tata letak umum kerangka (diilustrasikan oleh Zhao Chuang). Skala bar, 1,9 inci (5 cm). d, tulang gigi; f, tulang paha; fi, fibula; fr, dahi; lj, rahang bawah; atau, orbit; ti, tibia. (Gambar:NatureCommunications)

Telur-telur ini merupakan tipe terbesar dari telur dinosaurus  terkenal, dengan panjang mencapai 23 inci (60 cm). Panjang telur dalam fosil bayi Louie mencapai sekitar 17 inci (45 cm), yang diletakkan dalam cengkeraman berbentuk cincin berdiameter 2-3 meter dan mengandung dua lusin atau lebih telur. Spesies bayi Louie kemungkinan berada pada bagian dari salah satu sarang yang berbentuk cincin besar.

Cangkang fosil ini menjadi kunci untuk mengidentifikasi spesies baru

Pada tahun 2007, ditemukan cangkang fosil yang diduga memiliki garis keturunan yang sama dengan bayi Louie, yaitu Oviraptorosaurus raksasa pertama yang telah diketahui, dengan panjang tubuh diperkirakan mencapai 26 kaki (8 meter) di utara Tiongkok. Pada akhirnya, Oviraptorosaurus terbesar ini dinyatakan mampu menghasilakan telur besar seperti bayi Louie.

Gambar ini menunjukkan ukuran perkiraan embrio Beibeilong di dalam telur Macroelongatoolithus (dilustrasikan oleh Vladimir Rimbala). (Gambar:NatureCommunications)

Dalam artikel mereka, Zelenitsky dan rekan-rekan menuliskan bahwa kerangka bayi Louie termasuk  jenis dinosaurus Oviraptorosaurus raksasa baru yang diberi nama : Beibeilong sinensis, yang berarti “bayi naga dari Tiongkok”. Zelenitsky kemudian menjelaskan :

“Embrio dinosaurus, karena mereka begitu kecil dan hadir dalam jangka waktu yang singkat dalam telur, sangat jarang bisa bertahan menjadi fosil. Jadi, menemukan fosil embrio dinosaurus adalah sama seperti memenangkan lotre.”

Dia melanjutkan, “Bayi Louie adalah satu-satunya cikal bakal Oviraptorosaurus raksasa yang dikenal di dunia.”

Cincin berbentuk sarang telur dari spesies Oviraptorosaurus kecil telah ditemukan dalam sarang Oviraprotosaurus dewasa, sehingga Beibeilong dewasa mungkin memiliki perilaku serupa.

Dengan tengkorak, bulu, sikap dan berkaki dua seperti burung beo, induk  bayi Louie diperkirakan berbobot di sekitar 6613 pound (3.000 kilogram), setengah lebih berat dari Tyrannosaurus Rex yang menjadi dinosaurus terbesar yang dikenal saat itu.

Sekarang penemuan identitas sebenarnya dari telur Macroelongatoolithus telah diselesaikan, ahli paleontologi dapat mencoba untuk menentukan distribusi geografis dari Oviraptorosaurus raksasa. Zelenitsky melanjutkan dengan mengatakan:

“Meskipun hewan tersebut besar, sisa-sisa fosil Oviraptorosaurus raksasa sangat langka dan sulit ditemukan. Sampai saat ini, hanya tiga kerangka hewan-hewan ini yang berhasil ditemukan, semua dari Asia. Namun, sisa-sisa telur Macroelongatoolithus ditemukan dari puluhan situs di Asia dan Amerika Utara. Fakta bahwa telur Macroelongatoolithus begitu luas penyebarannya dan umum dibandingkan dengan kerangka mereka, menunjukkan bahwa Oviraptorosaurus raksasa mungkin bagian yang lebih penting dari ekosistem pada Periode Cretaceous daripada yang diperkirakan sebelumnya, hal itu dilihat berdasarkan kelangkaan tulang mereka.”

Pada tahun 2013, Bayi Louie dipulangkan ke Museum Geologi Henan di provinsi asalnya.(Visiontimes/Intan)

Share
Kategori: SAINS SAINS NEWS

Video Popular