Erabaru.net. Baru-baru ini, para ilmuwan menemukan fakta bahwa tanaman dapat menyerap energi dari tanaman lain lewat sebuah penelitian. Dari hasil penelitian ini, seluruh dunia ilmiah dapat berubah karena ternyata manusia juga dapat menyerap energi satu sama lain dengan cara yang sama.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Olaf Kruse, dan untuk pertama kalinya, mereka dapat membuktikan bahwa alga hijau Chlamydomonas reinhardtii  tidak hanya dapat melakukan  fotosintesis, tapi juga bisa menghasilkan bentuk energi alternatif. Energi ini akan datang dari berbagai tanaman lain yang berada di sekitar tanaman tersebut. Penelitian ini kemudian dipublikasikan dalam jurnal online Nature Communications.

Agar tanaman ini bisa tumbuh, mereka membutuhkan energi yang diperlukan seperti kalori dari makanan, mineral dari air, oksigen, dan sinar Matahari yang diambil dari lingkungan sekitar. Sebaliknya, tanaman lain membutuhkan sinar Matahari, makanan, air serta karbon dioksida untuk melakukan fotosintensis.

Dalam melakukan studinya, Kruse beserta tim penelitinya menanam beberapa spesies alga hijau (Chlamydomonas reinhardtii ) kecil. Kemudian, mereka mengamati selama beberapa hari, terutama saat tanaman tersebut tidak dapat menerima sumber energinya. Kemudian para peneliti ini mulai membaca energi dari tanaman sel tunggal yang berada di sekitar alga hijau. Ternyata alga hijau mampu menciptakan energi dengan menciptakan enzim yang mencerna selulosa dari tanaman lain.

“Ini adalah pertama kalinya perilaku semacam itu ditunjukkan oleh organisme tumbuhan,” kata  Kruse. Dia juga menambahkan, ganggang tersebut ternyata dapat mencerna selulosa, bertentangan dengan penjelasan di setiap buku teks sebelumnya. “Jika kita membiarkan sampai batas waktu tertentu, yang kita lihat adalah bahwa ganggang tersebut akan memakan tanaman lain,” tambahnya.

Profesor Kruse pun membandingkannya dengan tingkah laku manusia. “Inilah mengapa beberapa orang merasa tidak nyaman jika berada dalam kelompok tertentu, di mana ada perpaduan antara energi dan emosi,” kata Kruse.

Sementara itu berbicara mengenai bagaimana penemuan ini akan mempengaruhi studi ilmiah tentang manusia, serta bagaimana mereka bisa saling mentransfer energi satu sama lain, Badar- Lee menjelaskan,”Ketika studi energi menjadi lebih modern di tahun-tahun mendatang, akhirnya kita akan menemukan bahwa hal ini juga diterapkan  oleh manusia. Organisme manusia sangat mirip dengan tanaman, dia membutuhkan energi yang dibutuhkan untuk memberi makan emosi yang telah dikeluarkan, dan pada dasarnya ini dapat memberi energi pada sel atau dapat meningkatkan sel kortisol dan katabolisasi, tergantung pada pemicu emosionalnya. ”

Lee yakin, penelitian masa depan akan menjadi saat yang tepat untuk mulai mengeksplorasi bidang bioenergi.

“Manusia dapat menyerap energi dari manusia, hewan, dan makhluk alam lainnya. Itulah mengapa saat manusia berada di sekitar alam, seringkali dapat membangkitkan hasrat dan memberi semangat baru bagi begitu banyak orang, “pungkasnya.

Jadi bagaimana cara kita mendalami informasi tersebut? Nah, kita harus melindungi diri kita dari aliran energi potensial dengan melakukan hal berikut :

1. Mulai akrab dengan Bumi

Bila Anda merasa benar-benar lelah, berjalan keluar dengan bertelanjang kaki, atau sekadar duduklah di tanah. Bumi memiliki caranya sendiri untuk menyeimbangkan energi kita, yang seharusnya membantu saat energi kita habis diserap orang lain. Dengan kata lain, energi dari Bumi akan disalurkan ke tubuh kita lewat tanah yang kita pijak dengan bertelanjang kaki.

2. Bersihkan diri

Mandilah dalam air laut yang mengandung garam, atau gunakan stik sage kering untuk membersihkan diri saat Anda merasa diliputi energi negatif. Meskipun terdengar seperti omong kosong, ada banyak yang telah melakukan hal ini sejak lama dan berhasil merasakan efeknya.

3. Menghalangi masuknya energi negatif

Tidak perlu dikatakan bahwa orang, tempat, dan barang tertentu sarat dengan energi negatif yang membuat Anda merasa buruk. Sebisa mungkin, hindarilah energi semacam itu. Jika Anda tidak bisa, cobalah untuk menerapkan cara – cara di atas.

Ilmu pengetahuan telah mengalami perubahan besar di masa modern selama bertahun-tahun. Seiring kemajuan sains, para ilmuwan semakin terbuka terhadap kemungkinan teori baru mengenai energi. Sementara banyak naturalis telah mengatakan hal-hal ini selama bertahun-tahun, saat ini hal tersebut dapat dibuktikan secara ilmiah. Jadi, tetaplah menjadi orang yang positif, dekat dengan alam bumi, dan tetaplah waspada seperti biasa.( spiritegg.com/Intan)

Share

Video Popular