Oleh: Sinshe Wen Pinrong

Erabaru.net. Di suatu senja yang mendung dan angin bertiup kencang, seorang wanita tua berusia 73 tahun yang duduk di kursi roda datang berobat diantarkan putrinya.

Ia mengenakan sebuah topi, sorotan matanya kosong, wajahnya tanpa ekspresi, rona wajahnya gelap kehitaman, anggota tubuh bagian bawahnya bengkak, kedua kakinya terlihat biru kehitaman.

Melihat ekspresi putrinya yang terlihat memikul beban berat, ditambah dengan ibu berikut kursi rodanya yang berat, suasana itu membuat pemandangan yang sangat berat pula.

Sang putri bercerita.

Suatu hari ketika sedang bertani ibunya terjatuh, lalu mengalami pendarahan otak. Setelah dilakukan operasi di bagian kepala, meskipun berhasil diselamatkan, namun terdapat cairan di dalam otaknya, jadi bagian tengkorak kepalanya yang sebelah kiri belum dipasangkan kembali. Topi itu dikenakan untuk menutupi kepala bagian kirinya yang terlihat tepos.

Setelah operasi, ibunya tidak bisa buang air sendiri, pernah terjadi akumulasi air seni sampai mengakibatkan pembengkakan ginjal, sehingga terpaksa dipasang kateter dan memakai popok, serta juga mengalami gangguan pendengaran.

Sekarang yang paling memusingkan juga membuat tak berdaya semua orang adalah, begitu lewat tengah hari, syaraf otak ibu tua itu mengalami arus pendek alias korslet. Seolah tiba-tiba terjadi pemadaman listrik, ibunya menjadi ibarat manusia boneka, tidak mengerti perkataan orang lain, kehilangan akal; tidak bisa mendengar perkataan orang lain, kehilangan pendengaran; juga tidak bisa bicara, tidak bisa mengungkapkan isi hati dan komunikasi, kehilangan kemampuan bicara.

Tapi keesokan paginya, segalanya kembali normal. Kondisi ini telah berlangsung 2 bulan lamanya, walaupun hasil bedah dokter sangat berhasil, namun tidak berdaya atas masalah ini.

Meskipun ilmu pengetahuan sangat maju, namun pemahaman umat manusia terhadap otak besar kita sepertinya masih sangat minim. Otak manusia terdiri dari 14 milyar sel, dengan berat sekitar 1/40 dari berat tubuh, penggunaan otak hanya 2% dari kapasitasnya, namun menghabiskan ¼ kandungan oksigen seluruh tubuh, kapasitas aliran darah yang dibutuhkan mencapai 15% dari volume pompa jantung, apa prinsip di balik semua ini?

Manusia hidup di antara langit dan bumi, tubuh manusia adalah sebuah alam semesta kecil, menurut teori PTT (Pengobatan Tradisional Tiongkok) manusia memiliki sistem 5 organ dalam — jantung, liver, limpa, paru-paru dan ginjal yang masing-masing di dalamnya tersimpan “software: Hún (魂) shén (神) yì (意) pò (魄) zhì (志)” yang menguasai tubuh seutuhnya, kemudian melalui meridian menyerap energi dari alam semesta, serta disimpan di dalam rumah struktur tubuh manusia ini.


Galaksi Bima Sakti dimana bumi kita berada. (internet)

Setiap orang memiliki tempat asal (di langit), memiliki sebuah “tali” dan semacam frekuensi, yang terikat pada tubuh celestial yang merupakan sumber akar diri sendiri, dan basis pusat komando tubuh manusia yang menerima, menyerap, dan yang menterjemahkan informasi alam semesta mungkin terletak di dalam otak.

Jika hawa (Qi /dibaca: Ji) alam semesta yang tidak normal masuk ke dalam sistem organ dalam, maka manusia akan mudah sakit; ketika jalur konduksi alam semesta yang terhubung dengan diri kita terjadi korslet di tengah prosesnya, maka syaraf otak manusia mungkin juga akan mengalami korslet.

Menurut artikel yang diterbitkan di situs minghui.org tahun 2005 lalu, mengenai sebuah teori baru alam semesta yang mengerikan, bahwa suatu energi misterius sedang membuat alam semesta memuai dengan cepat, pada suatu waktu di masa mendatang, energi misterius ini akan merobek satu persatu galaksi, bintang, planet, lalu pada akhirnya merobek semuanya, dan waktu pun akan tamat.

Para astronom juga terkejut mendapati, alam semesta sedang dalam kondisi pemuaian cepat yang tak terhentikan, gugus galaksi mengalami tubrukan keras, semua galaksi yang jauh, sedang meninggalkan kita dengan kecepatan cahaya yang sangat tinggi.

Galaksi Bimasakti tempat manusia eksis sekarang ini akan segera menjadi anak yatim yang ditinggalkan, banyak orang hidup dengan penuh kebingungan dan galau, apakah ini terkait dengan fenomena benda langit akar sumber mereka telah goyah dan hendak runtuh?

Pada 2010, pakar astronomi dari NASA mendapati, gempa dahsyat dan tsunami Chile telah mengakibatkan poros bumi bergeser, yang telah menyebabkan sang waktu, setiap harinya menyusut sebanyak 1,26 detik. Banyak peramal dan pakar fengshui juga mendapati, angka/hitungan dasar yang dulunya bisa diramalkan secara tepat, sekarang menjadi tidak tepat lagi.

Dan lebih banyak lagi orang menyadari bahwa waktu terasa jauh lebih cepat dibandingkan dulu, betapa cepatnya waktu berubah menjadi malam!

Astronom juga mendapati, banyak bintang baru telah terlahir, apakah ini berarti penguasa alam semesta sedang menggunakan belas kasih tanpa batas memperbaiki alam semesta ini, dan memberikan kesempatan baru bagi mahluk hidup di alam semesta?

Sementara pasien ibu tua di depan mata ini, seperti soal ujian dadakan yang diberikan oleh Sang Penguasa, tanpa memiliki waktu yang cukup panjang untuk menjawabnya, karena setelahnya masih banyak pasien sedang mengantri.

Dokter medis Barat menggunakan teori mekanik memperlakukan tubuh manusia, menganggap manusia sebagai tubuh kombinasi yang bisa dibongkar pasang, dipotong, diganti, lalu dipasang kembali.

Sebenarnya tubuh manusia dibentuk berdasarkan sosok Ilahi, adalah tubuh alam semesta yang memiliki jiwa atau roh, bukan sekedar sebuah perangkat mesin yang sederhana. Jika tidak, bagaimana mungkin ibu tua yang telah dibuang bongkahan darah di otaknya menjadi seperti ini?

Ciri yang paling kasat mata dari tubuh ibu tua itu adalah memar dingin, intisari ginjal kurang, pikirannya melayang, dan wajah bagian kiri serta kaki kirinya terlihat begitu berat, di lidahnya juga terlihat bercak hitam.

Meskipun operasi berhasil membuang bongkahan darah di otaknya, namun hambatan memar masih berada di saluran meridiannya. Intisari ginjal ibu itu tadinya memang lemah, ditambah lagi dengan memar dan dingin, maka intisari ginjal tidak bisa naik menunjang sumsum otak, menyebabkan titik-titik akupunktur di otak tertutup dan kehilangan pikiran; titik-titik akupunktur di telinga tak lancar sehingga kehilangan pendengaran; hawa ginjal lemah dan mekanisme metabolisme cairan terhambat, menyebabkan buang air besar maupun kecil tidak terkendali.

Tengah hari adalah waktu meridian jantung untuk bersirkulasi, dan karena jantung menguasai kesadaran yang merupakan tempat berdiamnya kesadaran, jika kesadaran jantung memudar maka otak akan kehilangan kesadaran; dan lidah adalah benih jantung, maka bicaranya cadel.

Umumnya kehilangan kesadaran, kehilangan pembicaraan, dan kehilangan pendengaran adalah penyakit yang sulit diobati, apalagi semuanya terjadi berbarengan, apa yang sebaiknya saya lakukan?

Saya pun mencoba mengutik penghalang yang menyebabkan korslet syaraf otaknya mulai dari meridian, untuk melihat apakah dapat menyambung kembali frekuensinya dengan alam semesta.

Penanganan dengan tusuk jarum: karena otak kirinya tepos, jadi tusuk jarum di kepala semua dilakukan di sebelah kanan, melancarkan sirkulasi otak, menghilangkan memar, tusuk titik Bai hui sampai menembus Qian ding, Tong Tian menembus Cheng guang dan Lu Gu menembus Jiao Sun, ditambah lagi dengan titik Feng chi; menguatkan liver, tusuk titik Nei guan lewat titik Jian shi; kehilangan percakapan, tusuk titik Ye men lewat Zhong zhu, dan titik Wài jīn jīn yù yè.

Tusuk titik Yong quan untuk memperkuat ginjal dan membuka liang/titik akupunktur otak, namun mempertimbangkan ibu tua ini tidak bisa terlalu kesakitan, khawatir dia kelak mogok melakukan pengobatan tusuk jarum, maka untuk memperkuat ginjal juga sekaligus mengatasi air di otak, tusuk jarum di titik Tai xi dan Guan yuan.

Usus dan lambung disebut juga otak kedua, sebesar 70% imunisasi beroperasi di saluran usus, menyehatkan empedu memperlancar buang air dan menguatkan lambung, tusuk di titik Zu san li dan San yin jiao. Usai tusuk jarum, mata ibu tua itu pun berkedip-kedip, ekspresinya mulai berubah, dengan penuh rasa penasaran dia melihat yang sedang saya lakukan, kakinya bahkan sempat bergerak sesaat.

Sore keesokan harinya saat datang berobat lagi, ibu tua itu sudah bisa berbicara, dan ternyata cukup cerewet. Sungguh beruntung nasib saya, sekali mengutik mekanisme Qi-nya langsung berhasil. Untuk menguji kesadaran dan pendengarannya, saya menunjuk suaminya dan berkata, “Adikmu itu sungguh baik!”

Ibu tua itu langsung memperbaiki kesalahan saya dan mengatakan itu adalah suaminya, kata-katanya juga terdengar sangat normal. Setelah itu, untuk memperkuat efeknya saya lakukan tusuk jarum 5 kali lagi, keluarganya pun akhirnya membawanya pulang dengan hati tenang. (sud/whs/rp)

Share

Video Popular