Erabaru.net. Setelah enam tahun peristiwa kebocoran reaktor nuklir Fukushima, kota-kota mulai dibuka kembali, pemerintah Jepang mempekerjakan  pemburu untuk membunuh babi hutan yang berkeliaran di kota yang  tak berpenghuni setelah ditinggal mengungsi penduduknya.

Ratusan babi hutan yang terpapar radioaktif menyerbu  ke kota-kota yang tak berpenghuni setelah krisis nuklir.

Sekarang ini jalanan kota-kota tersebut penuh dengan kotoran babi hutan. Babi hutan yang berkembang biak dengan pesat mencari makan di kota Namie, sehingga mengganggu penduduk yang sudah kembali ke rumahnya setelah enam tahun krisis nuklir.

Kota Namie dan Tomioka berada 20 km dari zona eklusif Fukushima yang sebagian sudah dibuka untuk menampung pengungsi korban kebocoran nuklir.

Rumah penduduk setempat pun diganggu oleh babi hutan — babi hutan diketahui telah menyerang manusia.

Pemerintah setempat telah membayar tim pemburu untuk menangkap tamu yang tak diundang tersebut.

Mereka mengatakan bahwa sejak April 2016 telah menangkap 300 babi hutan di Tomioka.

Babi hutan telah merusak pertanian lokal dan makan tanaman yang terkontaminasi dengan radiasi.

Pemerintah Jepang menguji kadar material radioaktif yang terdapat di dalam tubuh babi hutan yaitu 130 kali di atas standar keamanan Jepang.

Lima kota di Fukushima sudah dibuka kembali sebagian sejak peristiwa kebocoran nuklir.

Rumah-rumah masih rusak, dan jalanan masih dipenuhi kantong -kantong sampah radioaktif.(NTDTV/Vivi)

Share

Video Popular