Erabaru.net. Komunis Tiongkok melakukan pengumpulan sampel DNA penduduk untuk meningkatkan kontrol politik mereka.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, cara Partai Komunis Tiongkok/ PKT memantau penduduknya telah memasuki program pengumpulan DNA!

Sejak mulai mengumpulkan profil DNA pada 1989, Tiongkok setidaknya telah mengumpulkan 44 juta informasi genetik, yang merupakan basis data DNA terbesar di dunia.

Pengawasan internet bernama the “Forensic Science DNA Database System” ini diluncurkan Departemen Keamanan Publik Tiongkok pada awal abad ini.

Namun, dalam kediktatoran satu partai, kurangnya mekanisme pengawasan yudisial yang independent, selain merasa curiga, masyarakat Tiongkok lebih khawatir PKT akan melakukan tindakan semaunya terhadap DNA masyarakat.

Organisasi non-profit Internasional “Human Rights Watch” khawatir, program pengumpulan DNA tersebut dapat digunakan otoritas Tiongkok untuk meningkatkan “kontrol politik” mereka atas penduduk, termasuk pembangkang, etnis minoritas, kelompok agama yang akan menjadi salah satu tujuan utama mereka.

Tiongkok tampaknya sedang membangun fondasi untuk pengumpulan sampel DNA massal dari warga kawasan yang bergejolak.

Langkah tersebut muncul setelah penguasa Tiongkok tahun lalu dilaporkan mewajibkan warga Xinjiang untuk menyerahkan sampel DNA, sidik jari dan contoh rekaman suara sebagai syarat guna mendapatkan paspor agar dapat bepergian ke luar negeri.

Otoritas Korea Utara terapkan kebijakan memungut pajak perjalanan pengusaha Tiongkok.

Otoritas Korea Utara, seperti dilansir DailyNK Korea Selatan, mengatakan pihak berwenang Korea Utara memberlakukan empat jenis pajak perjalanan bagi warga Tiongkok yang melakukan perjalanan dari dan ke Korea Utara mulai Mei 2017.

Adapun keempat jenis tersebut, pertama adalah pajak daerah skala kota, kedua adalah pajak perdagangan, ketiga adalah pajak undangan, keempat pajak/biaya pass/tiket keluar masuk.

Beberapa analis menyebut kebijakan Korea Utara ini dimaksudkan untuk memastikan valuta asing, atau bisa jadi merupakan manifestasi memburuknya hubungan Tiongkok-Korut. Pertengahan April lalu, Tiongkok terus memperketat perbatasan, dan membatasi perdagangan bilateral. (Su Ji/jhoni/rp)

Sumber: Secretchina

Share

Video Popular