Oleh: Gao Jing

Erabaru.net. Pekan lalu, Korea Utara dua kali secara berturut-turut meluncurkan rudal. PBB yang berencana menjatuhkan sanksi lebih lanjut terhadap Korut ditentang oleh Partai Komunis Tiongkok/PKT.

Data menunjukkan PKT tidak bekerja sama pada sanksi ekonomi terhadap Korea Utara, sebaliknya justeru mengacaukan.

Melansir laman “Sankei Shimbun” Jepang , Rabu (24/5/2017), menurut informasi yang dirilis Badan Administrasi Umum Bea Cukai PKT pada 23 Mei lalu menunjukkan perdagangan Tiongkok denga Korut bukan saja tidak menurun, justeru mencapai pertumbuhan yang lebih besar.

Perdagangan Tiongkok-Korut antara Januari-April 2017 tahun mencapai sekitar US $ 1,603 miliar, naik 16,3% dari tahun lalu, meskipun pada Februari 2017 lalu PKT  menghentikan impor batubara dari Korea Utara, namun perdagangan dengan Korea Utara justeru lebih aktif dari sebelumnya. Ini jelas bertolak belakang dengan resolusi PBB yang memperkuat sanksi terhadap Korea Utara.

Laporan terkait mengatakan, bahwa Februari lalu, pemerintah PKT berjanji akan sepenuhnya menghentikan impor batubara dari Korea Utara, tetapi tidak diimplementasikan.

Sumber mengatakan, bahwa pada kenyataannya, terlepas dari kualitas atau harga, batubara Korea Utara yang sangat diminati perusahaan baja Tiongkok itu sama sekali tidak menghentikan ekspornya ke Tiongkok, hanya mengubah pola pengiriman, dari pengiriman langsung sebelumnya, diganti dengan pola memutar melalui Rusia.

Pekan lalu, setelah Korea Utara dua kali berturut-turut menembakkan rudal, PKT kembali menghambat proposal yang diusulkan Jepang, AS, Korea Selatan untuk memperkuat sanksi terhadap Korut dalam pertemuan darurat di PBB, Selasa (23/5/2017) lalu.

Sebelumnya pada 18 Februari lalu, PKT mengumumkan larangan impor batu bara dari Korea Utara, namun, pada akhir April, enam kapal batu bara dari Korea Utara merapat di pelabuhan Tangshan, Tiongkok, dan menurunkan muatannya.

Terkait hal itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok malah beralasan bahwa “pembongkaran dan impor adalah dua hal yang berbeda.”

Selama ini PKT dituding sebagai Big Brother”  Korea Utara, yang selalu mendukung Korut. Teknologi nuklir dan rudal Korut hampir seluruhnya berasal dari Partai Komunis Tiongkok/ PKT dan hampir 90% perdagangan Korea Utara dilakukan dengan Tiongkok.

Menurut penuturan kalangan luar, adalah sia-sia untuk mencapai tujuan sanksi terhadap Korea Utara mengingat PKT yang diam-diam selalu mendukung berbagai tindakan Korea Utara selama ini. (Jhony/rp)

Sumber: Epochtimes

Share

Video Popular