Erabaru.net. “Cerita bagus memang layak diberi sedikit ‘hiasan’, “kata Gandalf  karakter fiksi dalam legendarium J. R. R. Tolkien. Dan meskipun hal tersebut dapat bekerja cukup baik untuk karya fiksi. Namun, catatan sejarah tidak memaafkan hal-hal seperti itu. Masyarakat akan salah dalam menginterpretasikan suatu peristiwa dan banyak asumsi berubah hanya karena adanya ‘hiasan’ dalam buku teks pelajaran sejarah di sekolah dari waktu ke waktu.

Berikut 7 Fakta sejarah yang bergitu terkenal, namun terdapat peristiwa tidak nyata.

Shakespeare tidak pernah menulis sebuah karya tunggal,  sang penulis adalah orang yang berbeda

(Foto: Martin Droeshou + wikipedia.org)

Shakespeare lahir dan dibesarkan di  sebuah pusat perdagangan domba dimana tempat itu dianggap tempat yang tidak bisa membuatnya mendapatkan pengetahuan yang cukup untuk menuliskan suatu karya tentang gabungan ilmu politik, tipu daya pengadilan, dan budaya negara lain.

Bahkan, tidak ada tanda tangan unik di kalangan penulis. Kebanyakan karyanya ditandatangani dengan tandatangan yang berbeda, bahkan terkadang nama belakangnya ditulis sebagai  Shakespeare, Shake-speare,   atau   bahkan   Shak-spear.

Banyak orang yang menolak spekulasi ini, namun karya tersebut justru mendapat  dukungan dari orang terkemuka seperti Charlie Chaplin, Mark Twain, dan Sigmund Freud.

Marie-Antoinette tidak menyuruh para petani untuk makan kue

(Foto: Columbia Pictures)

Suatu ketika, ratu Perancis Marie-Antoinette mengatakan kata-kata malang berikut, “Jika mereka tidak punya roti, biarkan mereka makan kue! ”

Namun ternyata, Jean-Jacques Rousseau , adalah orang pertama yang membantah bahwa kata-kata tersebut dan menyatakan bahwa kata-kata itu tidak pernah diucapkan oleh sang ratu. Menurutnya; seharusnya beberapa raja-lah yang mengatakan kata-kata tersebut, atau orang lain yang berada dalam lingkungan kerajaan Perancis, tetapi bukan Marie-Antoinette karena saat itu dia masih berumur 9 tahun dan masih tinggal di Austria.

Versi lainnya berpendapat, bahwa dia memang mengucapkan kata-kata itu, tapi tanpa ada maksud untuk mencemooh para petani. Justru dia menyindir tukang roti yang menjual roti dengan harga yang sangat mahal. Hukum yang berlaku pada waktu itu menyuruh agar  tukang roti jangan mematok harga mahal  selama masa krisis. Mungkin itulah maksud sang ratu.

Piramida tidak dibangun oleh para budak

(Foto: ec-file.info)

Herodotus adalah orang pertama yang menulis tentang kerja paksa saat Pembangunan  piramida. Namun ternyata ada bukti yang mengatakan berbeda.

Di awal tahun 1990-an, arkeolog menemukan makam-makam para pekerja konstruksi Piramida. Mereka dikuburkan dengan hormat  dan makamnya sangat dekat dengan makam Raja  Firaun. Investigasi kerangka mereka menunjukkan bahwa orang-orang ini mendapat makan yang cukup dan bekerja secara bergantian waktu. Sehingga  kesimpulannya sudah jelas : Mereka adalah pekerja, bukan budak.

Sabuk kesucian adalah sebuah kebohongan

(Foto: Karl Friedrich Lessing + Conrad Kyeser von Eichstadt)

Cerita sabuk kesucian mengisahkan tentang seorang pria yang akan pergi ke sebuah perang suci. Sebelum pergi, dia menempatkan sebuah sabuk logam ke istrinya, agar dia tidak bisa berselingkuh saat suaminya pergi berperang, dan si suami ini akan  membawa kuncinya. Namun, tidak ada wanita yang dapat bertahan dengan menggunakan sabuk tersebut, dan mereka akan meninggal dunia setelah beberapa hari memakainya.

Tidak adanya sumber terpercaya di Abad Pertengahan yang mengatakan hal semacam sabuk itu, sehingga kemungkinan ikat pinggang yang ditemukan di zaman modern ternyata palsu.

Patung Spinks Agung Giza telah kehilangan hidungnya sebelum Napoleon tiba di Mesir

(Foto: Jean-Léon Gérôme)

Ada kesalahpahaman umum yang terjadi selama invasi tentara Napoleon di Mesir (1798-1801), dimana dia memerintahkan tentaranya untuk latihan menembak, dengan patung Spinks sebagai target penembakan mereka.   Begitulah dugaan hidung patung Spinks kehilangan hidungnya.

Namun kenyataannya, patung Spinks sudah tidak memiliki hidung saat Napoleon datang ke Mesir, dibuktikan dengan  sebuah  ukiran yang dibuat oleh beberapa penjelajah berpuluh-puluh tahun sebelum invasi  Perancis. Ada juga sumber yang mengatakan bahwa hidung itu rusak  akibat ulah orang Arab fanatik di Abad ke-14.

Perpustakaan Alexandria telah lama dimusnahkan sebelum adanya kebakaran hebat

(Foto: Canal+ España+ pixabay.com)

Ribuan gulungan dan buku pengetahuan yang tak ternilai harganya, diduga habis terbakar saat terjadi serangan oleh Julius Caesar   ke   Alexandria, Mesir.

Apa yang sebenarnya terjadi? Caesar hampir tidak punya alasan untuk menghancurkan perpustakaan itu. Jauh sebelum kedatangannya, perpustakaan itu memang sudah rusak parah oleh kelompok musuh lain, bahkan sebelum kelompok fanatik agama membakarnya. Namun itu bukanlah intinya.

Alasan utama runtuhnya Perpustakaan Aleksandria cukup biasa : Negara mengurangi pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan di perpustakaan secara bertahap. Beasiswa dihapuskan, dan ilmuwan asing dilarang melakukan kunjungan ke bangunan perpustakaan. Akhirnya,   Perpustakaan menjadi tempat kosong yang tak berpenghuni.

Kuda Trojan tidak pernah ada

(Foto: Giovanni Domenico Tiepolo)

Sayangnya tidak ada sumber selain Homer’s  The Iliad and  Virgil’s  The Aeneid   yang bisa memberitahu kita tentang Perang Troya. Hal ini menyebabkan munculnya berbagai  mitos dan legenda yang melekat di cerita Perang Troya. Beberapa ilmuwan berpikir, tidak ada Kuda kayu tapi hanya seekor biri-biri jantan yang tampak seperti kuda atau serangan senjata.. Peneliti lain berpendapat, Kuda Troya adalah sebuah gempa bumi yang menghancurkan dinding Kota Troy. Bagaimanapun, kisah Kuda Troya tampaknya hanya menjadi sebuah cerita belaka.( brightside.me/Intan)

Share

Video Popular