Oleh: Hua Ziming

Erabaru.net. Dua sumber informasi menyatakan kepada Voice of America, bahwa Amerika telah mengerahkan kapal induk ketiga ke bagian barat Pasifik dalam upaya mengingatkan Korea Utara supaya tidak melanjutkan program nuklir dan misil balistiknya. Bulan depan, tiga kapal induk AS akan bergabung di Pasifik Barat sebagai pesan pada Korea Utara.

Seiring dengan peluncuran rudal rezim Kim Jong-un beberapa waktu lalu, sehingga semakin memperburuk situasi di semenanjung Korea. USS Nimitz adalah salah satu kapal induk terbesar di dunia yang akan bergabung dengan dua kapal induk lainnya – USS Carl Vinson dan USS Ronald Reagan di Pasifik Barat.

Militer Amerika hampir tidak pernah mengerahkan tiga kapal induk secara serentak ke wilayah yang sama, demikian ujar sumber terkait pada VOA.

“Armada tempur kapal induk Nimitz akan ditempatkann di Pasifik untuk pertama kalinya sejak 2013,”  ujar Komandan Armada Pasifik AS, dalam siaran pernya, Jumat (26/5/2017).

Kapal induk bertenaga nuklir Nimitz akan menuju ke Pasifik pada 1 Juni mendatang, dalam pelayarannya kapal induk Nimitz akan diapit kapal perusak USS Kidd DDG-100 dan USS Shoup DDG-86. Ketiga kapal perang ini akan berlabuh di NAS North Island, untuk bergabung dengan kapal perang lainnya, Carrier Strike Group 11.  Kapal induk bertenaga nuklir Nimitz merupakan flagship-nya kapal induk lain.

Armada tempur kapal induk “Carl Vinson” (Photo by Z.A. Landers/U.S. Navy via Getty Images)

USS Nimitz, salah satu kapal perang terbesar di dunia ini akan bergabung dengan dua kapal induk AS lainnya.  Kapal induk kelas Nimitz adalah platform tempur utama dalam jajaran angkatan laut AS saat ini.

Armada tempur dari kapal induk “Ronald Reagan” (Wikipedia)

Sumber informasi dari pemerintah Korea Selatan seperti dikutip Yonhap mengatakan, kapal induk kelas “Carl Vinson” dan “Ronald Reagan” mungkin akan menggelar latihan militer gabungan di perairan timur Semenanjung Korea pada awal Juni 2017.

Militer Amerika hampir tidak pernah mengerahkan tiga kapal induk secara serentak ke wilayah yang sama. Tapi hal itu terjadi pada Korea Utara karena dipandang sebagai tantangan keamanan utama bagi Presiden Donald Trump.

Trump bertekad mencegah Korut menyerang Amerika dengan misil nuklir. Serangan misil nuklir Korut terhadap Amerika bukan tidak mungkin dilakukan. Menurut beberapa pakar, hal itu bisa dilakukan negara pimpinan Kim Jong Un itu setelah 2020.

Beberapa saat sebelum dimulainya KTT G-7 di Sisilia, Presiden Trump yang berbicara di sisi Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Jumat (26/5/2017) lalu mengatakan, para pemimpin G7 sebaiknya memusatkan perhatian pada masalah Korea Utara.

Pernyataan Gedung Putih yang dikeluarkan Jumat mengatakan kedua pemimpin setuju meningkatkan sanksi terhadap Korea Utara guna mencegah perkembangan lebih jauh program nuklir dan misil balistik Korea Utara.( Jhony/rp)

Oleh: Epochtimes

Share

Video Popular