Oleh: Sun Yun

Erabaru.net. Seorang warga Kanada yang pernah ditahan Korea Utara dan dan setelah dibebaskan beberapa waktu lalu mengungkapan satu hal yang mengejutkan, diktator Korea Utara Kim Jong-un memiliki penjara rahasia yang dipenuhi dengan tahanan orang-orang Barat.

Konsultan keamanan Kanada James Leigh mengatakan, bulan lalu ia diundang oleh seorang perwira militer Korea Utara, tapi ia ditangkap setelah merayakan hari jadi Tentara Rakyat Korea (KPA) yang jatuh pada 25 April 2017 lalu.

Dia mengatakan dirinya digeledah ketika tiba di Korea Utara, kemudian dijebloskan ke penjara selama beberapa hari, dan diinterogasi. Sementara profesor Tony Kim dikurung di sel sebelah. Tony Kim ditangkap oleh orang kepercayaan Kim Jong-un, ia dituduh “terlibat dalam rencana menggulingkan Korea Utara.”

Saat ini, diketahui ada empat warga Amerika yang ditahan Kim Jong-un.

Namun, Leigh baru-baru ini mengatakan kepada situs berita AS “NewsMax”, dia (Tony Kim) mengatakan, “Sebenarnya warga Amerika yang ditahan, jauh lebih banyak dari yang kita tahu.”

Leigh : “Anda serius?”
Tony Kim : “ Ya, warga Kanada, Amerika dan Eropa. Semuanya dikurung disini.”

Penduduk setempat menjuluki penjara tempat penahanan orang-orang Barat ini sebagai “Rumah Anonymous”, kata Leigh yang mengutip pernyataan Tony Kim.

Seorang warga Kanada yang pernah ditahan Korea Utara dan setelah dibebasakan beberapa waktu lalu menceritakan satu hal yang mengejutkan, Kim Jong-un memiliki penjara rahasia yang dipenuhi dengan tahanan orang-orang Barat. (Video screenshot)

Leigh seakan-akan menunjukkan bahwa Korea Utara tidak hanya menangkap orang Barat yang datang berkunjung. Korea Utara juga mengirimkan agen, menculik wisatawan negara-negara tetangga dan warga asing, kemudian secara diam-diam membawa mereka ke Korea Utara.

Dan sebelummya memang ada kasus ini. Kim Jong Il sendiri telah mengakui bahwa antara 1977 dan 1983, Korea Utara menculik 13 warga Jepang dari pantai Jepang.

Leigh juga mengatakan, selama dalam tahanan, ia juga mendengar suara pukulan dari dinding tipis di penjara.

“Dia juga diperlakukan secara brutal, bayangkan saja, penyiksaan seperti berlangsung seharian, setidaknya 24 jam penuh,” katanya.

Tahun lalu, mahasiswa Amerika berusia 22 tahun Otto Warmbier ditangkap karena berusaha mencuri tanda propaganda Kim Jong-un dari sebuah hotel saat berkunjung ke Korea Utara.

Ia dijebloskan ke kamp kerja paksa selama 15 tahun, dengan dakwaan kejahatan terhadap negara. Sementara Kim Dong Chul (62), misionaris Korea-Amerika juga dijatuhi hukuman 10 tahun penjara dengan tuduhan “subversif.”

Sejak itu, kedua orang itu tidak terlihat lagi di depan umum. (Jhony/rp)

Sumber: Epochtimes

Share

Video Popular