Oleh: Dr. Frank Tian, Xie

Erabaru.net. Setelah menjabat selama 100 hari, pemerintahan Presiden Trump mengusung rencana reformasi perpajakan yang “belum pernah ada dalam sejarah”, yang akan menurunkan pajak perusahaan dari 35% menjadi sekitar 15% saja.

Tapi surat kabar “People’s Daily” segera menerbitkan artikel yang mengkritisi bahwa, “Dari sudut pandang negara lain, tindakan pengurangan pajak AS ini sebenarnya adalah memicu perang pajak.”

Atase Perpajakan Internasional dari Biro Pajak Nasional PKT bernama Liao Tizhong bahkan menyatakan, reformasi sistem pungutan pajak AS ini walaupun merupakan kedaulatan AS, tapi di era globalisasi ekonomi sekarang ini, kebijakan kedaulatan seperti ini memiliki “efek tumpahan”.

“Kami tidak mendukung penetapan kebijakan suatu negara yang tidak mempertimbangkan negara lain, dan hanya mempertimbangkan diri sendiri, menurut kami ini salah, kami jelas sangat menentang kompetisi pungutan pajak ini,” kata Liao Tizhong.

Kritik dari surat kabar “People’s Daily” juga mengatakan, AS mengurangi pajak “menyebabkan pungutan pajak internasional menjadi kacau”, apalagi kebijakan itu akan “membuat Negara yang tidak berdaya saing dalam hal pungutan pajak yang berorientasi ekspor mengalami kerugian”.

Liao Tizhong menuding kebijakan pengurangan pajak AS “kurang akan tanggung jawab suatu negara besar’.

Apa hubungan pengurangan pungutan pajak Trump dengan RRT? Tidak ada, sedikit pun tidak ada hubungannya dengan RRT! Lalu apa dampak pengurangan pajak oleh AS terhadap RRT? Mengapa RRT begitu gusar?

Karena PKT begitu gusar dan bereaksi begitu keras, jelas ada dampak yang sangat besar terhadap RRT. Kondisi ekonomi global saat ini secara keseluruhan sangat lemah, ketertiban dunia mulai goyah dimana-mana, pemerintahan setiap negara sepertinya telah menyadari betapa seriusnya masalah ini, namun hanya bisa berhati-hati mempertahankan kondisi yang ada sekarang, sambil berharap-harap cemas keajaiban akan terjadi.

Pakar PKT berpendapat, sebagai reaksi terhadap kebijakan reformasi pajak Trump ini, Negara yang kuat seperti Inggris dan Prancis mungkin akan terjun langsung ke dalam persaingan ini, bersaing mengurangi pajak, atau membentuk surga menghindari pajak. Pakar itu tidak salah, namun sebenarnya ini adalah reaksi persaingan internasional dari segi financial moneter, juga merupakan ujian bagi efektivitas suatu pemerintahan.

Di tengah kondisi ekonomi yang kacau, pemerintah yang bijak akan menempuh cara untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi belanja, agar pemerintah dapat mengikuti perubahan di tengah situasi ekonomi ini.

Sebaliknya, pemerintah yang tingkat efisiensinya rendah atau ekstrim otoriter, seperti PKT dan Rusia, dengan sendirinya akan merasa tak berdaya, dan merasa tekanan akibat persaingan terlalu besar.

Komentator PKT sendiri terpaksa harus mengakui, tudingan mereka terhadap pemerintahan Trump sepertinya agak kurang landasan yang kuat. Karena standar defisit AS saat ini juga terus menekan ruang gerak untuk mengurangi pajak.

Ketua Komisi Pertanggungjawaban Anggaran Federal AS Maya MacGuineas menyatakan, reformasi pajak oleh Trump ini menulis defisit finansial sebesar USD 3-5 trilyun pada daftar hutang federal selama lima tahun.

Warga seluruh dunia tahu, Partai Republik dan Trump sangat berharap bisa menyeimbangkan anggaran, mengurangi hutang negara AS. Mengurangi pajak besar-besaran sembari mengurangi angka defisit, apakah mampu dilakukan oleh orang yang ”tidak memiliki rasa tanggung jawab?”

Semua orang yang berakal sehat berpendapat, tindakan Trump ini bukan hanya tidak bertanggung jawab, sebaliknya justru sangat bertanggung jawab, berani menanggung beban yang sangat besar.

Menurut perkiraan Komisi Pertanggungjawaban Anggaran, Amerika harus mempertahankan pertumbuhan PDB sebesar 4,5% setiap tahun untuk dapat menyeimbangi angka defisit keuangan akibat pengurangan pajak.

Namun sejak era tahun 1960an hingga awal 1970an, AS sudah tidak pernah lagi mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar itu. Lalu apa yang harus dilakukan?

Tim ekonomi Trump sangat yakin akan hal ini, tingkat lapangan kerja dan standar gaji di AS saat ini juga menunjukkan kecepatan pertumbuhan ekonomi mengalami terobosan. Dibandingkan dengan perekonomian RRT yang terus melambat, kejengkelan PKT ini sangat bisa dimaklumi.

Tim intelek PKT mengakui, manfaat reformasi AS ini ”tidak perlu diragukan”, dan kebijakan ini akan membuat perusahaan AS balik lagi ke Amerika dan berakar di Amerika.

Inilah yang tidak ingin dilihat oleh PKT. Pajak pendapatan perusahaan diturunkan dari 35% menjadi hanya 15%, ini membuat beban pajak perusahaan AS lebih rendah dari rata-rata pajak di jajaran Negara-negara OECD yakni 25%, bagian yang dikurangi ini akan menjadi keuntungan perusahaan.

Perhitungan oleh Brooklyn Research menunjukkan, tahun ini dan tahun depan keuntungan perusahaan AS diharapkan meningkat sebesar USD 100 hingga 200 milyar.

Pajak yang hanya 15% sudah mendekati surga menghindari pajak, ekonomi Amerika mungkin akan terus membaik karenanya, reformasi pajak akan membuat PDB AS meningkat sekitar 6 hingga 8 persen, dan menambah lapangan kerja hingga 2 juta orang!

Beberapa waktu lalu PKT pernah mengatakan, “Musuh kian hari kian memburuk, kita kian hari kian membaik.”

Sekarang, siapa sebenarnya yang kian memburuk dan siapa yang kian membaik?

Surat kabar “People’s Daily” ketika mengkritisi rencana reformasi pajak AS sungguh kekanak-kanakan, “Bagi perusahaan, uang yang dihemat karena pengurangan pajak akan digunakan untuk apa? Ini adalah suatu masalah, juga sebuah risiko.”

Ibarat sindiran dari para warganet, seperti jika perampok memeras seorang pejalan kaki dan berkata padanya, “Untuk apa mengantongi uang? Ini adalah masalah juga risiko. Lebih baik berikan saja uangmu itu, biar saya habiskan.”

Juga seperti propaganda PKT terhadap rakyatnya, dengan sistem kepemilikan negara dan kepemilikan kolektif, PKT telah merampas semua uang yang diperoleh rakyatnya, dan ketika suatu saat melihat “Negara kapitalis yang bejat” itu ternyata justru tidak merampas uang rakyatnya, bahkan sedang berusaha mengurangi porsi rampasan itu, bagaimana pemerintah PKT akan bersikap? (sud/whs/rp)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular