Sejak terbentuknya lapisan atmosfer bumi, Cahaya Kutub Utara sudah berterbaran di angkasa. Ada sejumlah legenda yang mengatakan bahwa orang zaman dahulu sangat takut cahaya ini. suku Indian Amerika percaya bahwa jika bersuit menghadap Cahaya Kutub Utara bisa mendatangkan roh halus dan bisa memerintahkan mereka melakukan sesuatu.

Dongeng dari Eropa Utara menyebutkan tentang makhluk halus atau siluman yang sangat ingin membalas dendam, dapat membunuh siapa saja yang menertawakan Cahaya Kutub Utara. Bagi para leluhur itu, cahaya kutub yang sangat terang dan gelap adalah pertanda wabah jahat, bencana dan kematian.

Cahaya kutub dapat muncul di berbagai tempat di dunia, terutama kawasan yang disebut “Sabuk Dewa Fajar” atau “Gelang Elips Dewa Fajar”. Pada 1881 silam, fisikawan Swiss Herman Fritz dalam karyanya “Aurora” menuturkan, “Titik pemandangan cahaya kutub yang paling menyilaukan terletak di belahan utara sekitar 67 derajad kaki langit”. Ilmuwan asal Norwegia Carl  Stormer menyatakan bahwa Cahaya Kutub Utara biasanya muncul di angkasa pada Km 100-120.

Terjadinya Aurora karena disebabkan permukaan matahari mengeluarkan sejumlah besar partikel matahari ketika meledak. Dengan demikian maka partikel matahari tersebut bisa melintasi angkasa dengan kecepatan tinggi (ribuan mil/jam).

Jika awan partikel ini mendekati medan magnet bumi,  maka bumi akan mencengkram mereka dan mendorongnya ke Kutub Selatan dan Kutub Utara-nya medan magnet bumi. Partikel matahari akan berbenturan dengan molekul gas di lapisan atmosfer bumi dan menghasilkan Cahaya Kutub Utara. Mekanisme ini dapat melindungi bumi terhindar dari bencana karena rusaknya partikel matahari sekaligus juga melindungi kehidupan di bumi.

Foto satelit bumi menunjukkan bahwa cahaya kutub itu berkesinambungan tiada henti. Jika kekerasan dari benturan itu cukup kuat, maka di tengah malam yang cerah dapat menyaksikan cahaya kutub. Cahaya kutub yang paling menyilaukan mata muncul pada awal musim semi atau akhir musim gugur. Tengah malam adalah waktu yang tepat untuk menyaksikan cahaya kutub, dan ahli terkait akan memilih waktu masing-masing dua jam secara berturut-turut pada tengah malam hari menyaksikan cahaya kutub.

Indahnya Aurora itu karena ia mirip dengan kembang api di malam hari. Mereka tampak seperti pita sutera yang berwarna-warni melayang di tengah angin semilir. Biasanya mulai tampak sedikit terang di belahan utara, kemudian cahaya merah, hijau, biru atau ungu bagaikan sebuah gerbang lengkung melintasi kaki langit  Dan oleh karena interaksi antara solar wind dengan medan magnet bumi cahaya kutub dapat terus berpindah-pindah.

Guide perjalanan fotografi ke Kutub Utara Churchil, Kanada yakni Richard Day menuturkan, bahwa “dalam sebuah pengamatan di tahun 2003 silam, tebaran cahaya warna warni yang menyilaukan selama beberapa jam di angkasa, jauh melampaui pertunjukan kembang api apapun yang pernah saya saksikan.”

Lokasi terbaik menyaksikan pemandangan cahaya kutub adalah di belahan selatan Norwegia (Svalbard adalah tempat satu-satunya di dunia yang dapat menyaksikan Kutub Utara), Swedia, Greenland, Denmark, Alaska, Kanada dan Rusia.
(Sumber Oleh: Heide B.Malhotra, editor: Qiu Shangde, Dajiyuan/asr)

Share

Video Popular