(Sumber : kerman-info.ir)

Masjid berbatu Meymand merupakan salah satu situs menarik lainnya di desa ini.

Rumah-rumah kuno di pemukiman pedesaan ini menyerupai menara yang dibangun di jantung pegunungan berbatu keras ini.

Rumah ini dibangun dengan ruangan, koridor dan pilar dengan menampilkan arsitektur yang menarik.


Batu seni Meymand dapat ditemukan di sekitar Maymand. Tiga kilometer timur laut Meymand, di samping jalan kerikil yang membentang menuju lembah Tela, terletak sebuah bukit bernama Mar Khazineh (Mar dalam bahasa lokal berarti bukit).

Di tempat ini ditemukan osuarium, yaitu peti/tempat untuk menyimpan tulang dan kerangka jenasah yang terbuat dari tanah gamping dihiasi seni batu cadas.

Penduduk setempat mengatakan bahwa osuarium ini berasal dari zaman Zoroaster-Sassanian.

Pada zaman dahulu kala, orang yang menempati gua-gua ini tak menggunakan palu atau pahat, tetapi sejenis batu runcing keras untuk mengukir batu. Di sini dengan mudah ditemukan sejumlah ukiran batu-batu zaman purbakala.


Disebutkan, Desa Maymand pada mulanya mengikuti agama mistis kuno Zoroastrianisme di bawah kekaisaran Persia.

Sehingga pada sejumlah gua-gua ini ditemukan salah satunya berfungsi sebagai tempat peribadatan zoroaster. Hingga pada akhirnya pada Abad ke-7 agama Islam berkembang di desa ini.

Dikarenakan berada pada lereng lembah, tempat tinggal ini dibangun dalam mode bertingkat. Gua ini memiliki ketinggian 2 meter dengan luas 16 sampai 20 meter persegi. Gua-gua ini tidak memiliki jendela atau cerobong asap.

Di tengah setiap ruang terdapat kompor yang digunakan untuk keperluan memasak sekaligus penghangat ruangan saat musim dingin.

Di desa ini terdapat 400 gua namun yang masih bertahan hanya 90 gua. (asr)

Share

Video Popular