Erabaru.net. Sudah hampir 30 tahun sejak tragedi pembantaian di Lapangan Tiananmen terjadi. Namun orang-orang di daratan Tiongkok hingga kini masih belum diijinkan untuk membicarakannya.

Para demonstran pro-demokrasi berkumpul di Hong Kong, untuk memperingati Tragedi Tiananmen 28 tahun yang lalu pada 2 Juni 2017 yang lalu.

Mereka juga menyerukan agar pemerintah Tiongkok segera melakukan perbaikan pelaksanaan HAM dan kebebasan berekspresi.

Salah satu demonstran bernama Andrew mengatakan bahwa apa yang dilakukan pemerintah Tiongkok  28 tahun silam adalah tindakan yang salah.

Andrew beserta peserta lainnya juga masih terus mengingat aksi demonstrasi yang berujung pada pembantaian sejumlah besar orang Tiongkok.

“Kita harus menegaskan ke seluruh dunia bahwa kita masih mengingat dengan jelas tragedi 4 Juni 28 tahun silam dan kami tidak akan memaafkan kejahatan yang dilakukan pemerintah (komunis),” kata Andrew.

Demonstran di Hong Kong. (Sumber gambar video NTDTV)

Di tengah berlangsungnya aksi demonstrasi, mereka melakukan sebuah cara yang unik, yaitu dengan memproduksi satu botol anggur beras Tiongkok.

Label kemasan anggur tersebut menampilkan tank militer yang mirip dengan foto terkenal Tank Man.

Anggur Eight Nine Six Four. (Sumber foto video NTDTV)

Nama untuk anggur itu juga memiliki persamaan bunyi dengan Eight Nine Six Four. Itu menandakan tanggal peristiwa tragedi Tiananmen terjadi, yaitu 4 Juni 1989.

Kedepannya, mereka inilah yang akan menjalankan proses produksi dan transaksi jual beli anggur beras tersebut.

Pembantaian Lapangan Tiananmen sendiri telah lama menjadi topik pembicaraan terlarang di Tiongkok.

Sumber foto video NTDTV

Hampir satu juta orang, mayoritas adalah mahasiswa, pergi ke ibukota Beijing untuk memprotes ketidakstabilan ekonomi dan korupsi politik di Tiongkok, yang kemudian menjalar hingga menjadi demonstrasi pro-demokrasi.

Atas aksi demontrasi tersebut, para pemimpin Partai Komunis Tiongkok/PKT mengirim pasukan serta kendaraan militer, dan memerintahkan untuk menembaki para demonstran tanpa pandang bulu.

Sumber foto video NTDTV

Pemerintah PKT tidak pernah merilis nama-nama korban yang tewas dalam tragedi tersebut, namun kelompok HAM dan saksi mata memperkirakan jumlah korban mencapai ratusan hingga ribuan jiwa. (jul/rp)

Share

Video Popular