Erabaru.net. Kebanyakan orang dewasa tahu bahwa mereka disarankan untuk makan dua porsi buah atau lebih, dan lima porsi sayuran atau lebih setiap hari. Namun apakah mereka dapat mencapainya atau tidak, itu jadi pertanyaan lain.

Sebuah survei skala nasional yang baru-baru ini dilaporkan bahwa sebanyak 45% wanita dan 56% pria Australia tidak cukup makan buah. Dan 90% wanita dan 96% pria tidak cukup makan sayuran. Angka ini lebih buruk dari pada sepuluh tahun sebelumnya.

Idealnya, pria mengonsumsi rata-rata 1,6 porsi buah dan 2,3 porsi sayuran per hari, sedangkan wanita mengonsumsi 1,8 porsi buah dan 2,5 porsi sayuran. Seporsi buah segar adalah sepotong ukuran sedang (sekitar 150 gram) dan seporsi sayuran adalah setengah cangkir sayuran yang telah dimasak atau sekitar secangkir salad.

Mengapa kita membutuhkan begitu banyak sayuran?

Banyak mengonsumsi buah dan sayuran, dapat menurunkan risiko diabetes tipe-2, penyakit jantung, stroke dan beberapa jenis kanker. Penyakit kronis ini kerap kali diderita orang.

Rekomendasi untuk memasukkan banyak sayuran dan buah ke dalam makanan, berdasarkan pada sejumlah besar bukti yang menunjukkan bahwa risiko dari berbagai kondisi menurunnya kesehatan akan berkurang saat kita makan lebih banyak buah dan sayuran. Target spesifik dua porsi buah dan lima sampai enam porsi sayuran, sebagian besar didasarkan pada kebutuhan nutrisi bagi orang sehat.

Jadi untuk menetapkan panduan ini, asumsi tertentu dibuat tentang praktik diet, seperti sarapan pagi yang berbasis sereal / gandum dan makanan olahan susu, dan makanan utama terdiri dari daging dan sayuran, biasanya dengan nasi, pasta atau olahan kentang sederhana.

Apakah ini berarti satu-satunya pola untuk memenuhi semua persyaratan gizi? Tidak. Mungkinkah orang dewasa sama-sama sehat jika mereka makan tiga porsi buah dan empat porsi sayuran? Ya, mungkin.

Beberapa penelitian terbaru bahkan menunjukkan target kita saat ini tidak cukup berjalan. Diperkirakan asupan optimal untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan kematian dini, sekitar sepuluh porsi buah dan sayuran dalam sehari. Apakah kita menginginkan dua dan lima porsi, atau sepuluh porsi, ini terkesan agak akademis, namun pesan yang jelas disampaikan di sini adalah sebagian besar kita perlu meningkatkan asupan buah dan sayuran.

Mengapa dua dan lima porsi sulit dipenuhi?

Kebanyakan penduduk negara Barat melaporkan mengonsumsi buah dan sayuran jauh lebih sedikit daripada yang seharusnya. Jadi, apa yang membuat kita sulit mencapai dua dan lima porsi?

Asupan yang lebih tinggi lemak, gula dan biji-bijian umumnya lebih terjangkau, daripada makanan sehat buah dan sayuran seperti yang disarankan.

Akibatnya, orang dengan keterbatasan akses makanan, karena alasan keuangan, lebih sering memilih makanan dengan kandungan energi tinggi (karena mengenyangkan) jika dibandingkan dengan nilai gizi tinggi namun kandungan energinya rendah seperti buah dan sayuran. Makanan berenergi tinggi ini juga sering dikonsumsi secara berlebihan dan ini bisa menjadi faktor penyebab kenaikan berat badan. Orang yang lebih miskin umumnya memiliki pola makan yang lebih rendah kualitasnya tetapi tidak rendah dalam kandungan energi, yang berkontribusi pada tingkat obesitas yang lebih tinggi, terutama pada wanita.

Buah dan sayuran segar lebih mahal harganya, dan juga lebih cepat busuk daripada makanan olahan. Akan membutuhkan lebih banyak waktu dan keterampilan untuk mempersiapkannya, setelah proses pengolahan, jika tidak segera mengonsumsinya, mereka akan terbuang sia-sia. Bagi banyak orang mungkin secara finansial merasa sayang untuk mengisi kulkas dengan buah dan sayuran. Dalam keadaan seperti ini, makanan siap saji akan menjadi pilihan keluarga yang mengonsumsinya dengan tanpa keluhan ataupun sisa, semuanya terlalu nyaman.

Bagaimana meningkatkan asupan sayuran

Lingkungan rumah dan sekolah merupakan dua faktor utama yang memengaruhi preferensi dan makanan anak-anak. Orangtua adalah “penjaga gerbang gizi” dan teladan khusus bagi anak-anak usia dini. Dimana ada dorongan orangtua, peran dan aturan keluarga, maka akan ada peningkatan asupan buah dan sayuran.

Perilaku diet dan pilihan makanan sering dimulai pada masa kanak-kanak dan berlanjut masa remaja hingga dewasa. Sehingga mendorong asupan buah dan sayur di sekolah dengan mekanisme seperti “camilan buah” bisa jadi investasi yang bagus.

Penelitian telah menemukan semakin beragamnya buah dan sayuran yang tersedia, akan semakin banyak yang bisa kita konsumsi. Bagi yang bisa memenuhi rekomendasi porsi sayuran, cenderung melaporkan setidaknya ada tiga jenis sayuran saat makan malam mereka. Sehingga meningkatkan jumlah sayuran yang berbeda pada makanan utama yang merupakan salah satu strategi sederhana untuk meningkatkan asupan.

Ini bisa menjadi langkah baru dengan menambahkan satu sayur-an baru dalam menu makanan setiap minggunya. Membeli buah dan sayuran yang sedang musimnya, serta memadukan makanan segar dengan makanan beku atau kalengan, dapat menurunkan total biaya. Mengeksplorasi teknik olahan sederhana, cepat dan lezat sangat disarankan sehingga mereka menjadi makanan pilihan bagi keluarga. (Ajg/Yant)

Share

Video Popular