Erabaru.net. Dari kecil, Sophi Green gemar menari, walaupun ia terlahir tanpa lengan.

Sophi suka menari saat kakaknya memainkan piano. Tujuh tahun telah beradaptasi untuk melakukan serangkaian aktivitas yang memusingkan dengan kakinya.

Makan dengan pisau dan garpu atau sumpit, menulis dan bahkan mengendarai sepeda.

Diadopsi dari China saat dia baru berusia dua tahun, Sophi tinggal bersama orang tua angkat Christianne dan Jeremy di Herriman, Utah, AS.

Sophi tinggal bersama orang tua dan 10 saudaranya di Herriman, Utah. Orang tua Sophi dengan cepat menyadari betapa dia bisa melakukan apapun yang ia suka, walaupun dalam keadaannya yang tanpa lengan.

Christianne berkata, “Saya ingat ketika kami baru saja mengadopsi dia dan kami memberi Sophi es krim pertamanya. Saya sudah siap untuk memberikannya kepadanya dan hendak saya mengulurkannya. Tiba-tiba ia menyambarnya dengan kaki kecilnya dan mulai memakannya sendiri. “Kami benar-benar kagum dan tahu sejak saat itu bahwa dia bisa melakukan apapun”.

Sophi menjadi Miss populer di kelasnya. Semua orang ingin duduk di sebelah Sophi di kelas.

Saat pasangan ini pertama kali melihat Sophi, mereka sedang dalam proses mengurus pengadopsian kakak perempuan Sophi, bernama Lexie, yang sekarang berusia 11.

Mengadopsi dua anak dari Tiongkok secara bersamaan belum diizinkan pada saat itu.

Namun karena kedua anak perempuan tersebut menyandang disabilitas, permintaan Green pun akhirnya disetujui.

“Sophi memiliki mata besar yang indah ini dan kami benar-benar memperhatikannya sebelum menyadari bahwa dia tidak memiliki lengan. Kami baru tahu bahwa dia membutuhkan keluarga yang akan selalu mendukungnya,” ujar Christianne.

Sophi diadopsi dari Tiongkok.

Mengkonsumsi es krim kerucut adalah hal yang sangat mudah dilakukan Sophi.

Akibatnya, Lexie, yang buta, dan Sophi yang terlahir tanpa lengan, telah menjalin ikatan khusus.

“Mereka sangat lucu saat bersama. Lexie akan bertindak sebagai pelukan dan Sophi bertindak sebagai mata,” kata sang ibu.

Share

Video Popular